Hingga Hari Ini, BKO Brimob Nusantara Masih Siaga di Papua Barat

MANOKWARI, gardapapua.com — Polres Manokwari didukung Polda Papua Barat, personel BKO Brimob Nusantara serta prajurit TNI, terpantau masih bersiaga menjaga Manokwari, dan beberapa kota lainnya di Papua Barat.

Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey, selasa (10/9/2019) kemarin, menyatakan bahwa hingga saat ini tercatat junlah Pengamanan aparat khususnya pada BKO Brimob Nusantara tercatat ada 1.803 personel yang ada di Papua Barat.

” Dari jumlah 1.803 itu para personel tersebar di Manokwari terdiri dari 10 SSK atau berjumlah 988 personel,”Ungkap Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Krey.

Para personel ini, terang AKBP Mathias Krey, adalah para personel anggota brimob yang berasal dari beberapa detasemen brimobda berbagai Polda. Antara lain, Polda Maluku ada 189 personel atau 2 SSK, Polda Sulut 189 personel atau 2 SSK, Maluku Utara 110 personel atau 1 SSK, Sulawesi tenggara 100 personel atau 1 SSK, Polda Kaltim 100 Personel atau 1 SSK, Polda Sumut 100 personel atau 1 SSK, Polda Subar 100 Personel atau 1 SSK, dan Polda Sumsel 100 personel atau 1 SSK.

Di kota Sorong jumlah BKO aparat brimob nusantara berjumlah 600 personel terdiri dari 6 SSK. Jumlah aparat yang berasal dari sulawesi selatan 200 personel atau 2 SSK, Nusa Tenggara Barat (NTB) 200 personel atau 2 SSK, sulawesi tengah 100 personel atau 1 SSK, Polda Gorontalo 100 Personel atau 1 SSK.

Kemudian di Kota Fakfak 194 personel atau 2 SSK, yang berasal dari Polda sulawesi tenggara 94 personel atau 1 SSK, Jambi 100 personel atau 1 SSK.

” Sementara jumlah sisanya adalah tim anggota tim Satgas yang tersebar di wilayah Manokwari dan sorong. Juga ada personel Danintel Brimob Nusantara, para kru pesawat dan pilot. Dimana pesawat yang disiagakan berada di titik bandara Rendani, Manokwari,”Terangnya

Lanjut dia, bahwa bertambahnya jumlah pasukan BKO anggota Brimobda Nusantara di wilayah jajaran Polda papua barat adalah semata – mata untuk menjaminkan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan kota injil Manokwari.

” Jadi tidak benar kalau hadirnya aparat untuk buat takut masyarakat. Kehadiram mereka justru bersama untuk saling melindungi ketentraman dan kenyamanan masyarakat bersama. Karena ini kota kita bersama, kita harus jaga kota kita tetap aman, “Tandasnya. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *