Konvensi Mansinam Untuk “Tehit” Bersatu

MANOKWARI,gardapapua.com —
Lembaga Masyarakat Adat, Sorong Selatan akan menyelenggarakan, “Konvensi Mansinam Tehit bersatu” Tujuan dilakukan Konvensi Mansinam adalah, untuk mempersiapkan segala sesuatu terkait proses demokrasi pada tahun 2020 mendatang.

Kabupaten Sorong Selatan, (Sorsel,red) merupakan salah satu bagian dari daerah pemerintahan Provinsi Papua Barat yang akan menjalankan proses demokrasi bersama-sama dengan beberapa kabupaten lainnya, terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Hal ini disampaikan ketua Lembaga Masyarakat Adat Sorong Selatan, Philipus Momot, SE.MM, kepada awak media saat melakukan jumpa pers di manokwari, Minggu, Sore (30/06).

Momot Menuturkan, tahun 2020 merupakan agenda Nasional, dan merupakan agenda penting, dimana akan dilakukan pemilihan kepala daearah, sehingga perlu adanya sinergisitas bagi seluruh masayarakat adat Sorong Selatan dimanapun berada.

Ia mengatakan, selama ini suku Tehit di Sorong Selatan dan dimanapun, mempunyai pergumulan yang panjang agar bisa duduk bersama dan membahas kemajuan bagi masyarakat di wilayah itu.

Hal ini, lanjut momot, Konvensi Mansinam sangatlah penting, dimana pada saat kegiatan tersebut, akan dipilih putra-putri terbaik dari suku Tehit, untuk maju pada pemilihan kepala daerah tahun 2020.

“Mansinam adalah pulau peradaban bagi orang Papua, di Mansinamlah, kita akan bergumul untuk menentukan, siapa yang terbaik untuk memimpin Sorong Selatan,”Ujar Momot.

Momot menambahkan, Suku Tehit, yang membawahi 12 sub suku di Sorong Selatan, sudah siap memimpin diatas negerinya sendiri, dan sudah tentu akan bersama-sama dengan masyarakat adat lainnya yang berada di Sorong Selatan.

Menurut Momot, apa yang di lakukan oleh Bupati Ottow Ihalauw dan wakilnya selama 10 tahun, telah banyak berbuat yang terbaik bagi masyarakat Sorong Selatan, khususnya bagi suku Tehit dan suku-suku lainnya.

“Kami tidak pungkiri, bahwa apa yang dilakukan oleh pemimpin terdahulu dan sekarang, sudah banyak yang mereka lakukan, namun masyarakat adat suku Tehit, ingin mengambil peran langsung untuk membangun di Negerinya sendiri, karena mereka lebih paham permasalahan yang ada Sorong Selatan,”Tutup Momot. [KK/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *