Papua Anti Kekerasan Dalam Berdemokrasi

JAYAPURA, gardapapua.com – “Papua Anti Kekerasan Dalam Berdemokrasi”. Demikian kalimat ini menjadi tema utama dalam acara Coffe Morning kurang lebih 2 Jam, yang di gaungkan oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki dan para pemangku kepentingan yang hadir.

Kegiatan ini digelar pada, selasa (11/6/2019) pukul 09.00 Wit kemarin, bertempat di Rupattama Polda Papua dilaksanakan Coffee Morning Kapolda Papua bersama Kominda, KPU, Bawaslu, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Adapun hadir pada kegiatan Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki, Kabinda Prov. Papua Brigjen TNI AH. Napoleon, Ketua KPU Prov. Papua Theodorus Kossay, Bawaslu Prov. Papua Metusalach Infandi, Ketua FKUB Pdt. Lipiyus Biniluk, Pdt. Mauri, Kepala kantor Perwakilan Komnas HAM Prov. Papua Frits Ramandey, Sekretaris LMA Prov. Papua Paskalis Netep serta Pejabat Utama Polda Papua.

Wakapolda Papua yang mewakili Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Rudolf Albert Rodja dalam arahan sambutannya menyampaikan, terimakasih kepada Kabinda, Ketua KPU, Ketua Bawaslu dan disini juga hadir FKUB, para tokoh masyarakat, LMA Prov Papua, serta komuniti intelejen (Kominda).

Dimana situasi di Papua saat ini cukup kondusif berbeda dengan situasi yang terjadi di Ibu kota, Jakarta pasca pelaksanaan Pilpres 2019. Namun demikian, ada beberapa hal yang terkait di Jakarta dan perlu kita antisipasi seingga hal tersebut tidak terjadi di Papua.

“Tentunya aparat keamanan dalam bertugas tetap mengedepankan tugas pokoknya, harapanya pihak penyelengara pemilu juga demikian,”Imbuhnya

“Supaya nanti kita dapat mengantisipasi bersama mari kita terbuka semua dalam transparansi publik kepolisian bagian pengaman dalam demokrasi juga dituntut transparansinya, profesionalisme, pelayanan yang optimal sebagai kebutuhan negara demokrasi,”Tambahnya menuturkan.

Sebab dalam hal pelayanan optimal ada indeks kepuasan publik meskipun indeks pelayanan di Papua masih minim, karena ada sejumlah persoalan yang belum optimal dilaksanakan seperti Otsus.

” Berkaitan dengan itu, kedepannya pengamanan kepolisian itu adalah kebijakan pimpinan dalam hal ini Kapolri serta SOP, aturan dan perundang-undangan yang berlaku,”Tukasnya

“Dalam rangka menghadapi demokrasi ada aturan-aturan SOP tidak ekses berlebihan, dalam penggunaan senjata api sesuai dengan SOP tidak ada yang menggunakan peluru tajam, tetapi menggunakan peluru hampa dan karet, namun jika terancam dan membahayakan petugas dan warga maka akan diambil tindak tegas, tepat dan terukur,”Jelasnya

Wakapolda lalu menganjurkan agar dalam menyelesaikan masalah baik itu pemilu mupun lainnya dapat menempuh jalur hukum, dan kepada masyarakat khususnya di Tanah Papua dihimbau tidak termakan isu murahan dan terkecoh isu kekearasan yang di mainkan dalam suasana panas perpolitikan yang masih bergulir.

” Kita bangun demokrasi yang bermartabat, adil, jujur dan damai, oleh karenanya perlu kehadiran dari para pemuka agama untuk membantu dengan doa, untuk kelancaran proses ini. Papua tanah damai, papua tanah aman, mari kita jaga negeri ini, “Harapnya

Sementara itu, penyampaian ketua KPU Provinsi Papua Theodorus Kossay menyatakan, bahwa dari pihak KPU sudah melaksanakan rekap baik ditingkat Kabupaten, Propinsi dan Pusat sudah tuntas. Saat ini KPU sedang dalam proses menyiapkan sidang di MK.

” KPU Provinsi Papua mendapatkan 28 gugatan, sementara sedang disiapkan dokumen-dokumen bukti semua tahapan yang sudah dikerjakan oleh KPU,”Ucap ketua KPU Papua.

Sementara itu, penyampaian salah satu tokoh gereja yakni Pdt Lipiyus Biniluk, mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan guna bersama merampungkan segala permasalahan-permasalahan yang ada dan perlu di bicarakan dengan baik dengan berbagai tokoh.

” Papua membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang baik, seperti yang sudah kita lakukan bersama yaitu puasa dan berbuka puasa bersama untuk mendoakan kelancaran setiap tahapan pelaksanaan pemilu,”Ucapnya

Sebab, sebagai negara yang bermuara pada aturan hukum maka semuanya harus dilaksanakan sesuai dengan aturan-aturan hukum yang berlaku dinegara ini, dan serahkan semua kepada pihak yang berwajib.

” KPU dan Bawaslu sangat luar biasa sampai saat ini tidak terjadi konflik. Kami sebagai tokoh agama meminta kepada seluruh masyarakat yang ada di Papua untuk bersama-sama menjaga kamtibmas jelang dan pasca penetapan MK yang akan dilaksnakan dalam waktu dekat ini,”Tandasnya. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *