Diduga Tak Netral Oleh Warga, Begini Tanggapan Ketua PDI – P Manokwari

Klik Tautan Dibawah Ini, Video Kericuhan Warga :

MANOKWARI, gardapapua.com — Ketua DPC Partai PDI – Perjuangan Manokwari Demas P Mandacan, Sabtu (20/4/2019) mendapat perlakuan penyambutan berbeda saat tiba di Gedung Wanita Kota Manokwari.

Dimana Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDI – P yang berstatus sebagai Bupati Manokwari itu, di usir serta disoraki para warga saat hendak mendatangi Arena perhitungan suara tingkat pleno Distrik Manokwari Barat yang di pusatkan di Gedung Wanita Jalan Percetakan Manokwari, sekira pukul 11.35 wit.

Hal tersebut diduga oleh masyarakat, bahwa dengan kehadirannya akan dugaan bahwa dirinya bakal turut mengintervensi hasil perhitungan suara pada pemilu 2019 ini.

Sebab saat tiba di lokasi, ia menggunakan Mobil avanza merah berlogo Partai dengan gambar oknum Calon Legislatif tingkat DPRD Provinsi. Sehingga spontan memicu amarah protes warga dan tidak terima kehadirannya karena masih melekat padanya jabatan Bupati, yang semestinya ia harus netral atau mengamanatkan kehadirannya diwakili oleh pengurus partai lainnya.

warga saat meluapkan kekesalannya pada mobil kendaraan bersticker oknum caleg Kader PDI-P, Sabtu (20/4/2019)

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC PDI – P Demas P Mandacan pada sebuah percakapan WA group, menyatakan bahwa kehadiran dirinya adalah selaku Ketua Partai, dan bukan sebagai Bupati.

” Perlu diketahui bahwa kehadiran saya di Gedung Wanita sebagai Ketua Partai PDI Perjuangan bukan sebagai Bupati, jadi publik harus membedakan posisi ini, soal masalah stiker di mobil merupakan wujud kebanggaan saya sebagai kader partai dan tidak mungkin stiker itu merubah hasil yang sudah ada, dan juga di dalam gedung bukan saya sendiri tapi ada ketua-ketua partai yang lain juga,”Ucapnya melalui tulisan Whatsapp tersebut.

Selain itu, kehadiran dirinya pun sama, menanyakan alasan model C1 yang tidak diserahkan para penyelenggara pemilu pada tingkat KPPS dan PPD kepada para saksi partai yang ada disetiap TPS.

” Jadi kehadiran kami menanyakan model C1 yang semua partai belum dapat, walaupun saya dicaci maki dan mobil saya diludahi pinang, dilempar dan di kempesin ban mobil tapi saya tetap memaafkan mereka, karena kemenangan tidak semudah kita membalik telapak tangan tapi penuh dengan tantangan dan perjuangan, saya tetap sabar dan memaafkan mereka karena Tuhan mengasihi orang yang sabar dan rendah hati,”Tukasnya.

Adapun hingga kini sesuai pantauan gardapapua.com, hingga di pukul 15.30 Wit, kegiatan pelaksanaan penetapan suara tingkat distrik dapil I dan II Manokwari, di gedung wanita jalan percetakan, distrik Manokwari Barat masih berlangsung dan turut dikawal ketat aparat kepolisian. [KK/Ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *