1 Desember, Ketua KKSS PB Imbau Warga KKSS Saling Menghargai

MANOKWARI, gardapapua.com — Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Provinsi Papua Barat (DPW PB) H. Nurjaya menghimbau, Warga Masyarakat kerukunan sulsel di Tanah rantau agar saling menghargai dan menghormati.

” Saya menghimbau warga KKSS bugis – makassar mari kita saling menghargai segala bentuk aktivitas masing – masing dan tidak saling menganggu. Hargailah adat istiadat dan aktivitas orang lain, tanpa merugikan aktivitas kita, agar terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan damai di tanah Papua,”Himbau Ketua DPW KKSS PB H. Nurjaya, Sabtu (1/12/2018), melalui via seluler kepada redaksi Gardapapua.com.

Hal ini dinyatakannya, guna menepis tudingan bahwa kerukunan keluarga KKSS di Tanah Rantau atau di Tanah Papua, tak menghargai adat istiadat, dan momentum peringatan hari masyarakat di Papua untuk melalukan aktivitas peribadatan dan doa memperingati hari syukur masyarakat papua 1 desember 2018.

” Selagi itu tidak saling bertentangan dengan hukum negara dan adat isitiadat itu sah – sah saja. Pada intinya kami warga bugis – makassar tidak mau terprovokasi dan tetap berkomitmen dimana kaki dipijaki disitulah langit di junjung, dalam artian kami sangat ingin saling menghargai, menghormati, agar situasi kamtibmas dimana kita berada dan beraktivitas tetap aman, dan damai,”Jelasnya.

Banners KKSS PB

Sementara itu, menyikapi pemberitaan sebelumnya tentang https://gardapapua.com/2018/11/30/ketua-kkss-pb-diminta-turut-suarakan-stop-intimidasi-mahasiswa-papua-di-makassar/ terkait persoalan dugaan intimidasi kepada pemuda mahasiswa Papua yang terjadi tanggal 27 november 2018 kemarin sekitar pukul 16.35 di Asrama Mahasiswa Papua Jl. Lanto Dg. Pasewang, Makassar yang secara mendadak didatangi oleh sekitar 30 orang massa dari gabungan ormas mengatasnamakan diri dari Pemuda Pancasila, FPI, GP Anshor, LPI, Laskar LPAS, dan beberapa dari mereka mengenakan seragam organisasinya, dan di duga melakukan kegiatan intimidasi secara sepihak, selaku Ketua KKSS dirinya akan membangun kordinasi dengan para tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan LSM, serta pihak terkait lainnya di Makassar guna memastikan kembali latar belakang terjadinya peristiwa itu. hal ini agar sekiranya dapat disikapi secara baik jika ada unsur salah paham memahami konteks situasional yang telah terjadi tersebut, sehingga tak menimbulkan sisi multitafsir dan provokasi dari insiden tersebut. [ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *