Dukung Teluk Bintuni Jadi Kota Pendidikan, Anggota DPRK Ingatkan Pemerintah Daerah 3 Fungsi Utama Dewan
TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Anggota Komisi A DPRK Teluk Bintuni, Simon Dowansiba menegaskan, bahwasannya pendidikan harus menjadi prioritas pembangunan daerah. Alasannya, visi menjadikan Teluk Bintuni sebagai kota pendidikan hanya bisa terwujud jika kebutuhan dasar sekolah dipenuhi baik dari segi anggaran dan fasilitas dasar pendukung yang memadai.
Oleh sebab itu, selaku Anggota DPRK Teluk Bintuni, Simon Dowansiba berjanji, bahwa di proses persidangan anggaran daerah bersama pemerintah daerah (eksekutif) dirinya berkomitmen bersama jajaran komisi A, akan mengawal penuh kecukupan anggaran pendidikan tersebut melalui tiga fungsi utama (legislatif) kedewanan yaitu : legislasi, anggaran, dan pengawasan.
Hal ini akan dijalankan dengan tegas, mengingat Dewan memiliki kewenangan untuk membahas, membedah, dan menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) yang disusun oleh pemerintah daerah melalui instansi dinas terkait.
“Menurutnya, pendidikan harus menjadi prioritas pembangunan karena sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menjadikan daerah tersebut sebagai kota pendidikan. Oleh sebab itu, kebutuhan mendasar seperti ruang kelas, kantor sekolah, meja, kursi, hingga fasilitas penunjang lainnya harus menjadi perhatian dalam penyusunan anggaran,” ujar Simon.
Ia menyebut, saat ini sejumlah sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana. Karena itu, Simon berkomitmen mengawal agar kebutuhan paling mendesak segera masuk dalam APBD.
“Kami akan terus mengawal agar kebutuhan yang paling mendesak, seperti ruang kelas, kantor sekolah, meja dan kursi, dapat diprioritaskan dalam anggaran sehingga proses belajar mengajar berjalan lebih baik,” ucap Simon Dowansiba.
Sebagai anggota DPRK Teluk Bintuni yang membidangi pendidikan, Simon Dowansiba menegaskan komitmennya, dengan mengambil contoh progres pembangunan SMA Negeri 2 Manimeri, Teluk Bintuni, yang harusnya juga menjadi pemerintah daerah dengan serius.
Mengingat situasi geografis letak sekolah yang strategis melayani tiga wilayah zonasi di wilayah Teluk Bintuni, yakni Distrik Bintuni Timur, Distrik Manimeri dan Distrik Dataran Beimes.
Kata Simon, pendidikan harus menjadi prioritas pembangunan karena sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menjadikan daerah tersebut sebagai kota pendidikan. Mengingat, kebutuhan mendasar seperti ruang kelas, kantor sekolah, meja, kursi, hingga fasilitas penunjang lainnya harus menjadi perhatian dalam penyusunan anggaran.
“Kami akan terus mengawal agar kebutuhan yang paling mendesak, seperti ruang kelas, kantor sekolah, meja dan kursi, dapat diprioritaskan dalam anggaran sehingga proses belajar mengajar berjalan lebih baik,”Ucap Simon Dowansiba.
Anggota Komisi A DPRK Teluk Bintuni itu juga mengajak pemerintah daerah, pihak sekolah, para guru, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan SMA Negeri 2 Teluk Bintuni.
Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar sekolah ini mampu berkembang dan memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi generasi muda di Kabupaten Teluk Bintuni.
Hal ini, melihat tingginya animo masyarakat terhadap SMA Negeri 2 Teluk Bintuni dinilai menjadi bukti bahwa kebutuhan layanan pendidikan menengah di wilayah Bintuni Timur terus meningkat.
Memasuki tahun ajaran 2026/2027, sekolah tersebut telah memasuki tahun ketiga menerima peserta didik baru dengan jumlah pendaftar yang terus bertambah setiap tahunnya.
“Kami bersyukur masyarakat memberikan kepercayaan kepada SMA Negeri 2. Namun kebutuhan ruang belajar masih menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan,”Ucap Simon.
Ia turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap pembangunan sekolah, mulai dari penimbunan lahan, pengecoran akses jalan hingga pembangunan sarana olahraga berupa satu lapangan bulu tangkis dan dua lapangan voli yang bersumber dari aspirasi atau pokok pikiran anggota DPRK Teluk Bintuni. [Ian/Red]
