Borong Dua Karya Seni Rupa, Bupati Yohanis Manibuy Tegaskan Kecintaan pada Seni Lukis Papua
MANOKWARI, gardapapua.com — Suasana hangat tercipta di Galeri Kasuari Pop, Manokwari, saat Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy memborong dua lukisan karya seniman muda Papua, bernama James.
Aksi sederhana itu lebih dari sekadar transaksi. Ia menjadi bentuk nyata dukungan seorang pemimpin terhadap tumbuhnya kreativitas anak daerah.
Dua karya beraliran realisme yang dibeli Bupati Yohanis hadir dengan karakter berbeda. Lukisan pertama menampilkan potret hitam-putih para perempuan Papua dalam kesederhanaannya. Lukisan kedua menggambarkan gagahnya sosok kepala suku, dengan corak warna simetris yang hidup dan berkarakter.
Bagi Bupati Yohanis, seni lukis bukan sekadar hiasan dinding. “Seni rupa punya peran penting membentuk dan memperkuat identitas budaya sebuah bangsa. Di Tanah Papua, melukis di media kulit kayu bukan hanya ekspresi kreatif, tapi juga cara kita menjaga warisan dan mewariskannya ke anak cucu,”Kata Bupati, Yohanis Manibuy.
Di balik setiap goresan, selalu ada cerita. Lukisan James tentang perempuan Papua dan kepala suku, misalnya, menjadi cermin nilai historis sekaligus dokumentasi visual perjalanan masyarakat Papua. Interpretasi setiap orang terhadap karya itu akan berbeda, namun satu hal yang sama: ia mengajak kita menyelami budaya lebih dalam.
Lebih dari estetika, seni rupa juga punya fungsi edukasi. Melalui karya-karya seperti milik James, generasi muda di Tanah Sisar Matiti diajak belajar mencintai, menjaga, dan melestarikan warisan budaya sendiri. Seni juga membuka ruang literasi sosial, mengasah kepekaan terhadap isu sekitar, serta menunjukkan jati diri sang seniman.
Langkah Bupati Yohanis memborong karya James menjadi pengingat halus, bahwa kecintaan pada budaya bisa dimulai dari hal kecil. Mengapresiasi, membeli, dan memberi ruang bagi seniman lokal untuk terus berkarya.
Karena pada akhirnya, setiap lukisan bukan hanya soal warna dan kanvas, atau keterampilan mengaplikasikan cat, pigmen, atau medium lainnya di atas kertas. Lebih dari itu, ia adalah jiwa, pandangan, dan warisan yang dititipkan seorang seniman untuk menceritakan kondisi daerahnya.
Sebagaimana diketahui, bahwa seni rupa memiliki manfaat besar dalam edukasi dan penyadaran budaya. Kepada generasi tanah papua khususnya di tanah sisar matiti, agar dapat belajar tentang pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya.
Seni rupa juga merupakan wadah meningkatkan kesadaran tentang literasi terhadap isu-isu sosial dan mengenal kecakapan budaya secara mendalam, serta cerminan dari jiwa dan pandangan pribadi sang seniman, yang memberikan makna mendalam dan unik pada setiap karya yang dihasilkannya. [Ian/Red]
