Perawat Kaimana Selamatkan Nyawa Seorang Ibu Pasca Melahirkan di Hutan Papua

KAIMANA, gardapapua.com — Ady Nugraha, S. Kep petugas kesehatan di Pustu Kayumerah, Kabupaten Kaimana mendadak disoroti terkait aksi tanggap medis yang dilakukannya untuk menyelamatkan nyawa Seorang ibu berinisial IP (45) warga kampung Etahima, Distrik Yamor, Kabupaten Kaimana pasca melahirkan dihutan papua.

Awal kronologi, IP (45) terpaksa harus melahirkan di tengah hutan Aindua, Mimika, Papua pada senin (8/3) pekan lalu karena menemani sang suami sebagai pencari kayu Masohi.

Sayangnya, Karena melahirkan di tengah hutan tanpa ditemani petugas kesehatan, nyawa sang bayi tidak bisa diselamatkan.

Ibu sang bayi juga nyaris tidak tertolong, karena ari-ari atau retencio placenta tersangkut dan tidak keluar pasca melahirkan kurang lebih tiga hari. Selanjutnya suami dari IP membawanya ke Puskesmas Patawai, Mimika, Papua dengan harapan bisa mengeluarkan ari-ari sang bayi.

Namun karena tidak tersedianya tenaga dokter di Puskesmas Patawai, sehingga pihak Puskesmas tidak berani mengambil tindakan medis, Sehingga disarankan untuk pasien dibawah ke RSUD Kaimana, guna mendapat pertolongan.

Namun jarak antara Patawai ke Kaimana cukup jauh, dengan menempuh perjalanan belasan jam, Hal ini juga mempengaruhi kondisi pasien hingga kritis, karena terus mengalami pendarahan hebat pasca melahirkan.

Setelah menempuh perjalan laut yang cukup panjang, pasien akhirnya tiba di PT. Ameranus sebelum di arahkan ke Pustu Kayumerah, Distrik Teluk Etna, Kabupaten Kaimana.

“Ketika sampai, saya langsung mengambil tindakan dengan membersihkan darah kotor yang sudah 3 hari tertinggal di rahim ibu tersebut. Tujuannya supaya tidak terjadi keracunan, akibat darah yang tertahan selama 3 hari, sambil saya infus dan berikan obat,”Jelas Ady Nugraha, S. Kep petugas kesehatan di Pustu Kayumerah ketika dikonfirmasi melalui saluran teleponnya, yang saat ini sementara berada di tempat tugas, Rabu (18/3).

Dikatakan Ady, setelah diinfus sebanyak dua botol pasien mulai menunjukan perubahan kondisi membaik dengan meminta makan pada pukul 15.00 WIT atau jam 3 sore. Namun kondisinya kembali kritis pada pukul 17.00 WIT atau jam 5 sore, ditandai dengan menggigil seperti demam tinggi dan sempat tidak sadarkan diri.

“Sudah melewati masa kritis, masa kritisnya itu jam 5 sore. Beliau sempat menunjukan kondisi tidak ada harapan tertolong. Saya tidak menyerah, berbagai upaya saya lakukan untuk menyelamatkan ibu ini, Allhamdullilah ibu keluar dari fase kritisnya,” tutur Ady dengan nada haru.

Menurut lelaki asal Sulawesi Selatan ini, setelah menjalani perawatan selama kurang lebih dua hari di Pustu Kayumerah. Kondisi pasien berangsur membaik, sehingga Ady memutuskan untuk merujuk pasien partus ini ke RSUD Kaimana guna pengobatan lanjutan.

“Saya dapat informasi Ibu (Pasien,red) sudah lebih baik kondisinya. Kini sementara menjalani perawatan di RSUD Kaimana,” ujar Ady. [JO/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *