4 Sektor Ini Ditargetkan Berkembang Di Papua Barat, Ini Pesan Gubernur Dominggus Mandacan

Klik Tautan Video Dibawah Ini, Like dan Subscribe Yah :

MANOKWARI, gardapapua.com — Pertumbuhan ekonomi dari sektor pertanian, dan perkebunan ditargetkan dapat tumbuh pesat di wilayah papua barat 5 – 10 tahun kedepan. Ini sebagai bentuk mendukung pemerintah Indonesia guna meningkatkan ekspor komoditi yang langka di pasar dunia, seperti jagung, sebagai salah satu sumber devisa negara.

Hal itu terungkap dalam Acara Audensi Antara PT. Alamindo Lestari Sejahtera, Tbk dengan gubernur papua barat dan presentasi rencana pengelolaan Sumber Daya Alam di provinsi papua barat dalam bentuk blue prin “Bangun Bumi Papua”, pada senin (22/2/2021), bertempat di Aston Niu Hotel, Manokwari.

Adi Gunawan selaku salah satu President Director PT. Alamindo Lestari Sejahtera Tbk, dalam pemaparannya menerangkan, bahwa sektor pertanian tersebut sudah mencakup sektor kehutanan, pariwisata serta perikanan.

” Kami perkirakan 8 tahun kedepan kita sudah bisa melakukan aktivitas dimana penekanannya adalah pada sektor pertanian. Dimana kita mulai dari pertanian jagung dan pembuatan pabrik pakan bersamaan juga kita akan kembangkan sektor peternakan khususnya Sapi. Dimana sapi kita ketahui untuk kebutuhannya masih sangat kurang memenuhi skala kebutuhan nasional yakni berkisar 1,6 Ekor,”Ujar Adi Gunawan.

Sehingga, pihaknya sangat mengapresiasi kebijaksanaan dan penyambutan pihak pemerintah provinsi papua barat serta empat kepala daerah dipapua barat antara lain, Pemerintah Daerah Kaimana, Teluk Bintuni, Fakfak dan Kabupaten Sorong yang mana sangat mendukung program potensi investasi triliunan rupiah tersebut dapat segera digulirkan guna percepatan pemanfaatannya didaerah.

“Saat ini Pemerintah masih melaksanakan Kebijakan Impor daging Sapi. Jadi kami berkesimpulan bila kedepan selain sektor pertanian ini dikelola baik, selain bisa memenuhi sapi yang ada sebagai warga negara dan pengusaha kami akan betul – betul dalam jangka menengah ini adalah memenuhi apa yang diperlukan negara antara lain sektor kehutanan, pariwisata serta perikanan ini,”Paparnya

Diterangkannya, bahwa kondisi saat ini tidak bisa dipungkiri bahwa status ketahanan pangan indonesia sangat krusial. Dimana bahwa sampai tahun ini kebutuhan pangan seperti beras, jagung, kedelai, sapi dan sebagainya sangat menghabiskan anggaran devisa negara.

” Oleh sebab itu, fokus kami dalam 8 tahun ini adalah mendukung pemenuhan hal – hal tentang kegiatan usaha yang bisa menghemat devisa negara kita. Selain itu, juga dapat menjamin nilai investasi kita karena memang banyak kebutuhan daging, protein yang masih sangat dibutuhkan oleh negara dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat,”Terangnya

Meski demikian, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, tetap menekankan beberapa hal yang patut dilaksanakan para investor ketika hendak berinvestasi di Wilayah Provinsi Papua Barat.

Ditegaskan Gubernur, Pemprov Papua Barat sangat menyambut baik siapapun investor yang mau menanamkan modalnya dengan catatan, semua aturan dijalankan dan masyarakat pemilik hak ulayat jangan sampai dirugikan.

Dalam penegasanannya, Gubernur mengatakan, bahwa semua potensi kehutanan yang dapat digunakan untuk investasi kehutanan dan non kehutanan harus dikelola dengan arif, bijaksana, dan berkelanjutan serta bermanfaat untuk semua pihak.

“Investor mendapat benefit, pemerintah pusat dan daerah dapat manfaat, dan bermanfaat untuk masyarakat pemilik ulayat. Jadi semua tidak dirugikan,” tegas Gubernur.

Adapun diketahui, PT Alamindo Lestari Sejahtera berencana menanamkan investasi senilai USD5 M, setara dengan Rp.70,3 Triliun di Papua Barat, untuk mengembangkan sektor usaha di bidang : pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pariwisata.

Kesempatan itu, Gubernur juga memaparkan potensi sumberdaya kehutanan, pertanian, energi dan sumberdaya mineral, pariwisata, dan perhubungan di wilayah provinsi papua barat.

Kegiatan audens ini selain dihadiri empat kepala daerah pemerintah kabupaten, juga dihadiri para OPD terkait diprovinsi papua barat. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *