KM. LOGISTIK NUSANTARA 2 Mulai Beroperasi Masuk di Kokas

KOKAS, gardapapua.com — Kapal KM. Logistik Nusantara 2, resmi mulaiberoperasi di Pelabuhan Kokas, dimana Kapal Tol Laut Logistik Program Bapak Presiden Republik Indonesia telah melakukan sandar perdana di Dermaga Pelabuhan Kokas pada Rabu 20 Januari 2021 Pukul 22.04 WIT.

Dalam acara pengresmian pengoperasian trayek Tol Laut Logistik di Pelabuhan Kokas tersebut ditandai dengan pengguntingan Pita kontener yang dilakukan oleh Gubernur Papua, yang diwakilkan wakil Gubernur Bersama Anggota Komisi V DPR-RI Jimmy Demianus Ijie, Sekda Kabupaten Fakfak, dan Sejumlah Kepala Dinas dilingkungan Pemprov Papua Barat dan Raja-Raja di 5 petuanan dan unsur terkait.

Selain itu ditandai awal dengan menurunkan muatan Beras dari Merauke sebanyak satu Container. Kapal dengan kode Trayek T-19 itu direncanakan akan melayani trayek dengan MERAUKE-KOKAS-SORONG-BIAK/KORIDO-DEPAPRE/JAYAPURA.

Kesempatan itu, dalam Sambutanya, Wakil Gubernur Papua Barat berharap dengan hadirnya Kapal Tol Laut Logistik ini dapat menjadi sarana mempercepat kesejahteraan di Papua Barat, Khususnya di Kawasan Teluk Berau dan Teluk Bintuni, dan fakfak.

“Tentunya pemerintah berharap dengan beroperasinya Kapal Tol Laut Logistik ini dapat menjadi sarana dan prasarana dalam meningkatkan nilai ekonomi masyarakat”, Ujarnya

Selain itu dirinya juga berharap kedepan nantinya produk-produk lokal masyarakat di Kabupaten Fakfak, Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Teluk Bintuni agar bisa menjadi muatan balik kapal ini Kapal Tol Laut tersebut.

Dalam saat yang bersamaan, Kepala Pelabuhan Kokas, Rosihan Gamtjim berharap, Program Tol Laut Logistik yang menyinggahi Pelabuhan Kokas dapat menjadi Konektifitas antar moda berupa Penyeberangan Lintas Kokas-Inanwatan, Penyeberangan Tanjung Dirimatan-Tanjung Faramatan sehingga menjadi penunjang distribusi barang dan pengembangan ekonomi di daerah terpencil dan daerah belum berkembang serta upaya menurunkan disparitas harga.

Kehadiran layanan kapal Tol Laut Barang/Container di Pelabuhan Kokas perlu diberi kesempatan untuk membenahi produk lokal, dengan mendorong penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan berupa penyediaan ColdStorage untuk penampungan ikan hasil tangkapan masyarakat, Peningkatan Keterampilan masyarakat untuk Pengolahan Ikan termasuk mendorong layanan listrik 24 jam di daerah potensial yang belum tersedia layanan listrik 24 Jam dari PLN pada tahun 2021. [RK/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *