Thimo Nakoh Akui Banyak Data Yang Di Coklit Tak Masuk Dalam DPS TPS 06 Gaya Baru

TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Ketua Pantarlih TPS 06, Gaya Baru, Teluk Bintuni, Thimo Nakoh, angkat bicara dan keluhkan banyak daftar pemilih hasil Coklit (Pencocokan dan Penelitian) yang tidak terakomodir dalam DPS (Daftar Pemilih Sementara) di TPS 06.

Hal itu disampaikan Thimo Nakoh kepada media ini, Minggu (20/9/2020), di Kompleks Gaya Baru, Kelurahan Bintuni Barat, Distrik Bintuni.

Dijelaskan Thimo, setelah dicermati DPS yang telah di publish (ditempel *red), banyak nama ganda, pemilih di bawah umur, pemilih yang telah meninggal dunia, bahkan nama yang tidak di data (termasuk TNI/Polri) pun masuk dalam Daftar Pemilih Sementara TPS 06 Gaya Baru.

Ia mengaku sangat heran karena kebanyakan nama yang di data justru tidak masuk dalam DPS di TPS 06 Gaya Baru, dan nama yang tidak di data justru keluar dalam daftar pemilih sementara.

Padahal, ia dan petugas Pantarlih TPS 06 Gaya Baru telah bekerja melakukan pencocokan dan penelitian secara profesional dan maksimal untuk mewujudkan Pilkada Teluk Bintuni 2020 yang berkualitas, jujur dan adil.

“Kami sudah bekerja (data) baik, tapi kenapa ada pemilih ganda, anak di bawah umur, TNI/Polri, bahkan yang sudah meninggal dunia juga masuk dalam DPS. Itu data darimana ? Yang kami data itu banyak yang tidak masuk, tapi yang tidak di data itu yang masuk,” ujar Thimo

Thimo meminta pihak penyelenggara dalam hal ini KPUD, dan pihak terkait secara berjenjang dari tingkat kelurahan hingga distrik juga bekerja dengan profesional, karena berdasarkan pengalaman, Pantarlih selalu menjadi sasaran apabila terjadi kekisruhan data pemilih.

“Kalau begini nanti pantarlih yang biasanya di salahkan padahal kami sudah bekerja baik. Kalau terjadi apa-apa biar mereka saja yang tanggung jawab,” cetusnya.

Sementara itu, salah satu warga RT 01/RW 04 Gaya Baru yang enggan menyebutkan namanya, juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku telah di data, dan di tempelkan tanda terima coklit, namun ia dan seluruh keluarganya justru tidak masuk dalam DPS.

“Ini kan lucu, kami 1 keluarga tidak masuk dalam DPS padahal kami sudah di data. Lebih baik kemarin itu pantarlih tidak usah kerja cape-cape buang tenaga, waktu dan biaya karena data yang pantarlih kerjakan itu tidak di kasih muncul,”Tutupnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, khususnya di TPS 06 Gaya Baru, hasil pendataan pantarlih sebanyak 391 Pemilih, dan yang terakomodir dalam DPS sebanyak 292 pemilih. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *