Harapan Bupati Sorsel, Di HUT RI Ke 75 Disela Pergelaran Upacara Bendera

TEMINABUAN, gardapapua.com — Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong Selatan bersama Forkopimda dan aparatur Sipil Negara TNI POLRI melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih 17 Agustus 2020 bertempat di halaman kantor Bupati Sorong Selatan.

Hadir Dalam Upacara ini Bupati Sorong Selatan Samsudin Agggiluli,SE,MAP, Dandim 1807/Sorsel Letkol Inf Batara Alex Bulo Kapolres Sorong Selatan AKBP Sahat Maruli H Siregar, DPRD Sorong Selatan Marthinus Maga,Sos, pimpinan BUMN dan BUMD serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Sorong Selatan, dan ketua TP PKK Sorong Selatan Ny Beatriks Anggiluli,SE serta pimpinan Organisasi Perempuan lainnya.

Prosesi Pengibaran Bendera digelar sesuai Protocol Kesehatan berlangsung sukses dan lancar dengan melibatkan 3 Anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sorong Selatan sebagai pengibar bendera, sementara sebagai Komandan upacara dipercayakan kepada. Letda Inf. Yayan Komara selaku Pasi Ops Ter Kodim 1807 Sorong Selatan.

Bupati Sorong Selatan dalam amanatnya menjelaskan pihaknya menyambut hangat seruan moral penuh kearifan dari para ulama, para pemuka agama dan tokoh tokoh budaya agar menjadikan momentum musibah pandemic covid19 ini sebagai sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar.
“Inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamental, melakukan tranformasi besar, menjalankan strategi besar – strategi besar dibidang ekonomi, hukum, pemerintahan, social, kebudayaan, serta termasuk kesehatan dan pendidikan,”Tukasnya
“Saatnya kita bajak momentum krisis untuk melakukan lompatan lompatan besar. Pada usia yang ke 75 Tahun ini kita telah menjadi Negara Upper Middie Income Country 25 tahun lagi,”Imbuhnya menambahkan

Sebab pada usia seabad Republik Indonesia sudah seharusnya dapat mencapai kemajuan yang besar menjadikan Indonesia Negara Maju.

“Kita harus melakukan reformasi fundamental dalam cara kita bekerja. Kesiapsiagaan dan kecepatan kita uji, sehingga kita harus mengevakuasi warga Negara Indonesia dari wilayah pandemic di Tiongkok. Kita harus menyiapkan rumah sakit, rumah Isolasi, obat obatan, alat kesehatan, dan mendisiplinkan protocol kesehatan. Semuanya harus dilakukan secara cepat dalam waktu yang sangat singkat. sehingga dari krisis ini telah memaksa kita untuk menggesar chanel cara kerja dari cara cara normal menjadi cara cara luar biasa,”Paparnya

Dari prosedur panjang dan berbelit menjadi smart short cut. Dari oriantasi prosedur menjadi orientasi hasil. Pola pikir dan etos kerja harus berubah Fleksibilitas, seraya dengan kecepatan dan ketepatan sangat dibutuhkan efisiensi kolaborasi dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan.

“Kedisiplinan nasional dan produktivitas nasional harus ditingkatkan .jangan sia siakan pelajaran yang diberikan oleh krisis.jangan biarkan krisis membuahkan kemunduran justru momentum krisis ini harus kita bajak untuk melakukan lompatan kemajuan,”Cetusnya

Juga perjuangan untuk menghambat penyebaran covid 19 mengobati yang sakit dan mencegah kematian sudah luar biasa kita lakukan.

“Atas nama rakyat, bangsa dan Negara saya menyampaikan terimah kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada para dokter dan perawat serta seluruh petugas di rumah sakit di laboratorium, di klinik – klinik kesehatan dan dirumah isolasi kepada tokoh masyarakat para relawan, awak media, aparat TNI POLRI serta para ASN di Pusat dan di daerah. Dimana dengan peristiwa pandemi Covid 19 ini maka reformasi Fundamental di sector kesehatan harus di percepat. Orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat harus di percepat,”Harapnya

Orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat harus diutamakan. Penguatan kapasitas SDM, pengembangan rumah sakit dan balai kehehatan serta industry obat alat kesehatan harus diprioritaskan. Selain itu, ketahanan dan kapasitas pelayanan kesehatan harus ditingkatkan secara besar – besaran. [EB/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *