DPRD R4, Angkat Bicara Sikapi Kesulitan Belajar dan Tindakan Pemutusan Listrik Di Asrama Mahasiswa Raja Ampat Manokwari

WAISAI,gardapapua.com — Unsur Pimpinan Dewan DPRD melalui Wakil Ketua I DPRD Raja Ampat, Renol Bulla SE,MM, akhirnya angkat bicara menyikapi persoalan adanya pemutusan aliran listrik di asrama mahasiswa raja ampat kota studi manokwari propinsi papua barat.

Renold M Bulla kepada media ini jumat (7/8/2020), menuturkan sangat menyayangkan tindakan pemutusan aliran listrik tersebut yang berujung kesulitannya para mahasiswa/i melaksanakan proses belajar dan bahkan ada yang kesulitan membuat skripsi akhir studi.

” Saya mendesak dinas terkait agar segera sikapi serius masalah ini. apalagi dalam berita salah satu media online di papua barat, sudah memberitakan salah satu adik yang lagi menyiapkan diri menyelesaikan skripsi mengaku kesulitan belajar lantaran listrik di putuskan PLN manokwari sejak 20 Juli lalu,”Jelasnya

“Kami atas nama unsur pimpinan kedewanan sangat prihatin dengan apa yang dialami adik-adik mahasiswa di manokwari,harusnya hal ini tak boleh terjadi,”Tambahnya

Dia lalu menyayangkan kondisi pemutusan aliran listrik di asrama mahasiswa yang juga terjadi ditengah pandemi covid-19. Sehingga dinas terkait segera mengambil langkah secepatnya mengalosikan anggaran untuk penyelesaian listrik di asrama tersebut, apalagi ini tentang masa generasi intelektual muda raja ampat.

“Mahasiswa raja ampat di kota studi manokwari penghuninya mayoritas berasal dari kampung-kampung di raja ampat, yang sedang menjalani hidup sebagai mahasiswa. sehingga ada permasalahan kepada adik-adik di sikapi baik,”Ujarnya

Renold Bulla lalu berpesan kepada dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten raja ampat agar kedepan membangun kordinasi serta komunikasi yang baik kepada mahasiswa, agar kedepan jangan lagi terjadi yang merugikan mahasiswa/i selaku unjung tombak generasi pembangunan raja ampat.

” Sangat di sayangkan jika hal – hal seperti ini, akhirnya adik-adik mahasiswa kita diperlakukan seperti bukan mahasiswa. padahal adik-adik ini merupakan generasi penerus raja ampat yang akan datang,”Tuturnya

Adapun sesuai informasi dihimpun, peristiwa yang terjadi pada asrama mahasiswa raja ampat, timbul sebab akibat, yang dipicu adanya informasi pengambilan listrik tanpa Killo Watt Hour (KWH).

akibatnya, hal ini berakibat pihak PLN Manokwari mengambil tindakan memutuskan aliran listrik ke asrama mahasiswa Raja ampat.

” Saya himbaunya juga agar hal-hal begini kedepan dinas pendidikan melibatkan DPRD terutama komisi yang menangani pendidikan,”Harap Wakil I DPRD Raja Ampat

“Apalagi adik-adik yang sementara menyusun skripsi sangat membutuhkan listrik sebagai penerangan maupun kebutuhan penggunaan di Leptop dan lainnya,”Ucapnya menambahkan

Meski demikian, dari peristiwa itu, Ronald Bulla mengingatkan agar para adik – adik mahasiwa/i dikota studi Manokwari tetap belajar dan mengucap syukur serta bersemangat menuntut ilmu. [DM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *