Pemutusan Listrik Asrama Mahasiswa Raja Ampat Dikota Studi Manokwari, Kadin P&P Angkat Bicara

WAISAI,gardapapua.com — Kepala dinas pendidikan (P&P) kabupaten raja ampat, Juariah Saifuddin SE,MM, akhirnya membenarkan terkait adanya pemutusan listrik secara sepihak pada Asrama Mahasiswa raja ampat di kota studi manokwari.

Pemutusan itu tentu bukan tanpa sebab, dimana karena adanya dugaan pelanggaran pengambilan energi listrik dari Kabel PLN ke instalasi Asrama Mahasiswa Raja Ampat disebabkan karena tidak memiliki kilo watt hour (KWH) Meter.

Hal itu dikatakan Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Raja Ampat, Juariah Saifuddin SE,MM, kepada media ini di ruang kerjanya Kamis (23/7/2020).

Dikatakan, persoalan bahwa asrama tersebut tidak memiliki Kilo Watt Hour (KWH), telah didengar terjadi sejak pada tahun 2014.

Terkait akan itu dan selaku kepala dinas P&P Juariah Saifuddin,SE.,MM menegaskan, bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan pemutusan tersebut yang menimpa asrama mahasiswa Raja ampat manokwari dengan baik sesuai mekanisme administrasi.

Mengingatz persoalaan pemutusan aliran listrik yang terjadi di asrama Raja ampat saat ini tentu pada situasi pandemi covid-19, sehingga dinas terkait sedang berkordinasi untuk mencari solusi jalan keluar untuk penyelesaiannya.

“Kami sudah kumpulkan berita acara dan apa yang diselesaikan menyangkut listrik di Asrama Raja Ampat dimanokwari. Kerugian mencapai Rp.61 Juta lebih ditambah dengan biaya penyambungan ulang,”Terangnya

Dimana dengan anggaran yang disiapkan untuk membayar listrik dan air di asrama-asrama raja ampat di kota study masing-masing, harusnya tidak terjadi seperti ini. Namun demikian akibat dampak covid19, dan meski adanya pemangkasan anggaran lain, temuan yang terjadi di asrama mahasiswa di manokwari akan dicarikan solusi terbaik.

” Tetapi saya sebagai kepala dinas berusaha semaksimal mungkin. ada di dalam pembiayaan kontrak asrama di beberapa kota study. dan kebetulan asrama mahasiswa di kota study jayapura kebetulan tahun ini sudah menempati Asrama milik Pemda Raja ampat tanpa kontrak lagi,”Jelasnya

“Sehingga nantinya kita bisa geser anggaran tersebut untuk pembiyayaan asrama mahasiswa raja ampat manokwari. Dan dirinya selaku kepala dinas optimis pastinya dalam waktu dekat masalah ini dapat diselesaikan,”Tukasnya

Dimana proses tahapan pengajuan anggaran itu, telah dilaksanakan kepada pihak keuangan daerah sembarinjuga membangun komunikasi kepada pihak PLN Maanokwari.

“Secara administrasi kami sudah mengajukan ke bagian keuangan Raja ampat. dan tinggal menunggu kapan pencairan serta akan kita selesaikannya,”Paparnya

Sembari berharap, agar kepada adik – adik mahasiswa raja ampat khususnya di kota studi Manokwari tetap bersemangat dan tekun dalam melaksanakan dan mengikuti proses belajar mengajar.

“Saya berharap agar ade – ade mahasiswa Raja Ampat di manokwari walaupun PLN adakan Pemutusan Aliran Listrik, perkuliaan tetap semangat. pastinya dinas tetap menyelesaikan hal ini sehingga mohon dukungan dan kerjasamannya,”Tukasnya. [DM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *