DaerahGarda Papua BaratGarda Teluk BintuniHeadline newsNasionalReligi

Lepas 17 CJH Teluk Bintuni, Bupati Yohanis Manibuy Titip Pesan Kekompakan dan Saling Jaga Selama di Tanah Suci

TELUK BINTUNI, gardapapua.com – Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy,S.E.,M.H., secara resmi melepas 17 calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 1447 H/2026 M. Kegiatan pelepasan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Teluk Bintuni, pada Selasa (5/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yohanis Manibuy dalam sambutan arahannya, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberangkatan jemaah yang telah melalui berbagai tahapan persiapan, mulai dari manasik hingga pemeriksaan kesehatan.

Ia menitipkan pesan khusus kepada para jemaah agar menjaga kekompakan dan saling membantu selama menjalankan ibadah haji.

Acara tersebut turut dihadiri Dandim 1806/TB Letkol Inf. Yan Doli M. Simanjuntak, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni Yocky Avianto Prasetyo Putro, Asisten III Setda Jacomina Jane M. Fimbay, Ketua MUI Rahman Urbun, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Bupati Yohanis Manibuy juga menyampaikan ucapan selamat kepada para calon jamaah haji yang telah mendapatkan kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.

“Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan spiritual yang penuh dengan nilai pengorbanan, kesabaran, dan keikhlasan,”Ucap Bupati, Yohanis Manibuy.

“Kepada para jamaah, di antaranya juga menjaga kesehatan fisik dan mental, meningkatkan kualitas ibadah, menjaga kekompakan, serta menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci,”Sambungnya menambahkan.

Ia turut menitipkan doa agar para jamaah mendoakan Kabupaten Teluk Bintuni agar senantiasa diberi keberkahan, keamanan, dan kemajuan. “Semoga seluruh rangkaian ibadah yang dilaksanakan diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan para jamaah kembali sebagai haji yang mabrur,”Imbuh Bupati.

Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Teluk Bintuni, Abdul Muin,  menyampaikan apresiasi kepada Bupati yang selalu hadir langsung dalam pelepasan jamaah haji setiap tahunnya.

Ia menjelaskan bahwa pelepasan ini merupakan tahapan akhir dari rangkaian panjang proses pemberangkatan haji, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pelunasan biaya, hingga pelaksanaan manasik haji.

“Setelah dinyatakan sehat oleh tim medis, jamaah melakukan pelunasan, kemudian mengikuti manasik sebagai bekal pemahaman dalam melaksanakan ibadah haji,”Katanya.

Dia lalu mengungkapkan, tentang adanya perubahan kuota haji tahun ini. Jika sebelumnya Teluk Bintuni mendapatkan 37 kuota, kini hanya 17 orang.

“Pengurangan ini terjadi karena kebijakan nasional yang memprioritaskan jamaah dengan masa tunggu lebih lama. Di daerah lain ada yang menunggu hingga 30 tahun lebih, sementara di Bintuni rata-rata 13 tahun,”Jelasnya.

Ia menambahkan, CJH Teluk Bintuni dijadwalkan berangkat ke Manokwari pada 5 Mei, dilanjutkan ke Makassar pada 7 Mei, dan bertolak ke Tanah Suci pada 9 Mei 2026. [TIM/RED]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *