Pemda Fakfak, Kembali Terapkan Pembatasan Akses Bandara dan Pelabuhan

FAKFAK, gardapapua.com — Pemerintah daerah kabupaten Fakfak, serta Satgas Pencegahan Virus Corona Kabupaten Fakfak sepakat untuk melakukan penutupan terbatas atas akses keluar masuk Fakfak, yakni Bandara Torea Fakfak, Pelabuhan Fakfak dan Pelabuhan Kokas.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Fakfak Drs. Mohammad Uswanas, M.Si, saat rapat antara Forkopimda dan Satgas Pencegahan Virus Corona Kabupaten Fakfak yang dilangsungkan di Gedung Windter Tuare, fakfak, senin (13/7/2020).

Alasan penutupan sementara bandara dikarenakan, dalam jumlah penerbangan yang masuk ke fakfak baru – baru ini menurut Bupati sangat disesalkan jumlahnya saat dilaporkan pihak penyelenggara bandara diduga melebihi estimasi/manifes.

Kebijakan itu juga, sembari menunggu surat resmi dari Dirjen Perhubungan Darat dan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Aksi penutupan terbatas, Bandara Torea Fakfak, Pelabuhan Fakfak dan Pelabuhan Kokas dilakukan, untuk mencegah penyebaran virus corona, yang jumlah Orang Dalam Pemantauan atau ODP, hingga saat ini dilaporkan masih terus mengalami draft peningkatan.

” Kita semua sama – sam bertanggung jawab untuk melihat hal ini. Itu memang ada hal – hal yang harus kita perhatikan lagi. Ini persiapan new normal yang pada intinya kita sama – sama melakukan koordinasi dan interegasi sistem pelaksanaan bersama tim gugus tugas untuk bersama mengendalikan dan melaksanakan pemantauan dan monitoring terhadap kelonjakan penyebaran covid19,”Ungkap Bupati Fakfak Drs. Mohammad Uswanas, M.Si,

Bupati kesempatan ini lalu menegaskan, agar peran Gugus Tugas (Gustu) melalui bidang instansi teknis terkait BPBD harus melaksanakan koordinasi intens dalam hal penanganan covid19, bersama tim gustu kesehatan terkait terus ditingkatkan bersama forkompimda terkait.

” Jadi tidak alasan tim kebencanaan BPBD itu untuk alasan lagi untuk berpikir hal – hal lain selain penanganan covid19 yang benar sesuai sistem dan aturan kepada masyarakat,”Ujarnya

Dalam mekansime menjalankan tugas – tugas, terang Bupati, dalam hal peningkatan kesehatan sudah tentu harus ditangani dengan baik. Itu seperti bersama tim kesehatan itu dapat meramu satu SOP yang dalam penanganan covid19 ini di kampung sana juga sama.

“Kita evaluasi dalam dua munggu ini. Jadi dua minggu ini kita tutup dulu. Saya tidak ijinkan sementara ada penerbangan masuk, untuk sementara waktu. Saya dan tim gustu mau bekerja berdasarkan aturan, sehingga tolong bagi masyarakat jikalau mau diatur baik, tolong ikuti protokol yang sudah ditetapkan,”Tegasnya

Bupati juga mengingatkan, bahwa sekarang inu semua harus sadar diri dan tegas bahwa urusan covid19, adalah tugas dan kepentingan bersama. [RF/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *