Jajaran Kejaksaan RI dan Bank BRI Jalin Kerja Sama untuk Bangun Sinergi, Merata Hingga ke Kejati Papua Barat

MANOKWARI, gardapapua.com — Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi guna bersinergi baik, telah dilaksanakan Penandatanganan Naskah Kerja Sama Antara Kejaksaan R.I dengan PT. Bank Rakyat Indonesia.

Penandatanganan itu juga disaksikan para Kepala Kejati diseluruh indonesia dan jajaran PT. Bank BRI di seluruh Indonesia mulai Kantor Wilayah, Head Area, Head Manager, sekaligus melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama ditingkat Provinsi atau Wilayah di Kabupaten/Kota.

Dalam hal ini, juga dilaksanakan oleh jajaran Kejaksaan Tinggi Papua Barat dan Perwakilan BRI KC Manokwari saat mengikuti Video Conference Penandatanganan Naskah Kerjasama antara Kejaksaan RI dan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI),Tbk, bertempat di Aula pertemuan kantor kejati Papua Barat, selasa (30/6/2020).

Kesepakatan tersebut terjalin dalam rangka kerjasama terkait hal penanganan permasalahan hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara meliputi pemberian Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum, Penegakan Hukum, dan Tindakan Hukum Lainnya

Acara ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan yaitu dengan mengenakan masker dan menjaga jarak (physical distancing).

Perjanjian itu, meliputi, pertukaran data, informasi dan atau konsultasi terkait masalah hukum pemanfaatan layanan fasilitas perbankan dan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) bank BRI dan Kejaksaan RI.

Mengutip singkat sambutan Jaksa Agung mengatakan, bahwa melalui kerja sama ini antara kedua belah pihak mampu saling bersinergi memberi kontribusi untuk memajukan Bangsa dan Negara.

Dikatakannya, kerja sama ini merupakan penguatan tugas dalam melaksanakan pekerjaan, terutama dalam hal payung hukum. Kemudian menciptakan harmonisasi dalam pembangunan negara dan yang terpenting bersatu padu membantu pemulihan ekonomi nasional saat pandemi Covid-19, harus berjalan baik merata ke setiap daerah di indonesia.

Terkait itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Yusuf SH.MH menerangkan bahwa
Papua barat dari segi kebudayaan tentu sedikit berbeda dengan daerah lainnya. Sehingga ada beberapa ruang lingkup yang harus bisa melakukan kecepatan dalam mengimbangi melakukan pengawalan anggaran.

Sehingga, apa yang telah di laksanakan ini adalah dalam rangka percepatan investasi nasional yang diharapkan dapat terus meningkat dengan baik.

” Sehingga harus kita wajib bekerja dengan melakukan lompatan menuju kepuasan kepada masyarakat,”Ujar Kejati Yusuf.

Dalam wawancaranya, Yusuf menerangkan, bahwa kegitan ini terdiri dari 6 PKS, sepenuhnya merupakan langkah – langkah penguatan.

” Jadi harapannya ini nanti dapat meningkatkan program partisipasi perbankkan yang berpihak dan mendukung juga roda pemulihan ekonomi masyarakat khususnya di tengah Covid19. Yang tentunya didukung dengan pemulihan Aset BRI yang semakin meningkat, dan terkait pemasalahan penanganan aset, dan uang – uang yang kita titipkan misalnya dapat cepat layanannya dan mampu mendukung kegiatan penyaluran anggaran – anggaran dalam hal penanganan covid19, baik dari pengelolaan APBD dan APBN, dan dana desa,”Harap Kejati

Sementara itu, selaku jajaran pihak BRI yang diwakili oleh Kepala KC BRI Manokwari, Fritz J De Fretez mengucapkan terima kasih, dan berharap agar melalui penandatanganan kerjasama ini, pihak perbankkan BRI dapat menjalankan roda kegiatan dengan baik, seiring sinergitas pengawasan dari pihak kejati papua barat.

“Jadi kita berharap melalui dengan telah dilaksanakan penandatanganan Kerjasama ini kedepannya kami pihak BRI berharap inilah moment kita bersama membangun sinergitas yang baik dan saling mensuport agar capaian – capaian kegiatan perbankkan dapat berjalan dengan baik, dan merata hingga kelapisan masyarakat,”Tukasnya. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *