Manuver Tim PMK-2 Dinilai Sebagai Upaya Pembenaran Atas Kelalaian Berproses Yang Dilakukan

TELUK BINTUNI, gardapapua.com – Manuver politik tim kerja PMK 2 yang dibangun melalui pemberitaan beberapa media online dinilai sebagai upaya pembenaran atas kelalaian berproses sesuai mekanisme partai politik yang seharusnya dilakukan tim kerja PMK 2 maupun paslon yang diusung sejak jauh hari sebelumnya.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kab. Teluk Bintuni, Moh Ramli menyebutkan, hal ini ibarat sebuah tontonan yang terkesan lucu (aksi foto depan Rumah Kuning Bintuni,red) itu hanyalah bagian dari langkah mencari kambing hitam yang bertujuan mendiskreditkan DPD beserta pengurus Partai Golkar Bintuni atas kelalaian berproses tersebut.

” Sudah Tau itu ada Gembok terpasang depan pintu, kok masih di ketok seolah – olah ada orang di dalam?? Apakah ini bagian dari langkah mencari kambing hitam yang bertujuan mendiskreditkan DPD beserta pengurus Partai Golkar Bintuni??, Kami sudah bekerja sesuai dasar, dan tak ada kata untuk mau melawan pimpinan kami. Buktinya kami hari ini hasil pileg 2019, terbukti tanpa kekuasan ada lima kursi di DPRD, ataukah ada mau rencana buat Golkar seperti Hanura dalam pileg 2015 silam yah?,”Tegas Moh. Ramli

Ramli lalu merincikan, manuver yang dilakukan Tim PMK 2, dalam kacamata politik patut diduga sebagai dampak tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Tekhnis Nasional (Rakornis) Pemenangan Pemilu Partai Golkar yang dilakukan secara virtual, pada tanggal 02 s.d 06 Juni 2020 yang lalu.

Dimana salah satu agenda utama pelaksanaan Rakornis tersebut adalah evaluasi keseluruhan Surat Penugasan Sementara yang telah dikeluarkan oleh DPP Partai Golkar dalam rangka pencalonan Pilkada 2020, termasuk diantaranya evaluasi Surat Penugasan yang telah diberikan kepada Sdr. Petrus Kasihiw dan Sdr. Matret Kokop.

“Manuver ini sepertinya adalah upaya pembenaran, mencari kambing hitam untuk mendiskreditkan pengurus DPD atas kelalaian berproses yang dilakukan oleh mereka sendiri. Apalagi setelah Rakornis Pemenangan Pemilu Partai Golkar, disana kita juga sudah evaluasi Surat Penugasan Pit Matret,”Beber Ramli

Lebih lanjut diungkapkan Ramli, salah satu point penting yang disampaikan oleh DPD Golkar Bintuni dan bahkan DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat kepada DPP adalah tidak adanya komunikasi, koordinasi dan konsolidasi yang dilakukan oleh penerima mandat hingga Rakornis Evaluasi dilakukan.

Bahkan dalam beberapa moment besar, kata dia, meskipun mengetahui bahwa DPP Partai Golkar telah memberikan kepercayaan melalui surat tugas tersebut, pasangan PMK 2 tidak pernah sekalipun memiliki itikad baik yang menunjukkan niatan berkoalisi antara Golkar dan NasDem sebagai pengusung utama.

“Dalam rakornis itu juga kami sampaikan bahwa PMK 2 ini tidak pernah lakukan komunikasi, koordinasi atau konsolidasi kepada kami selaku DPD Kabupaten. Contohnya dalam momen covid, Pit Kasihiw sebagai pembina parpol sekaligus Ketua NasDem Bintuni lebih mengutamakan partainya sendiri melakukan giat baksos untuk menaikkan elekabilitas ketimbang mengajak Golkar bersama-sama,”Keluhnya

Hal senada juga diakui Bendahara Partai Golkar Bintuni, Erwin B Nawawi. Ia juga mempertanyakan mengapa baru saat ini tim kerja bersama paslon yang bersangkutan mencoba membangun komunikasi dan kelihatan seakan-akan krasak krusuk dalam waktu singkat sejak tanggal 10 Juni hingga memuncak di tanggal 13 Juni 2020.

“Apakah hal ini bukan disebabkan karena kelalaian ? Atau memang karena tidak ada niat baik dan semangat yang sejati untuk gunakan partai golkar (karena bukan kader golkar) ? Atau partai ini hanya digunakan untuk kepentingannya (pit-matret) sebagai perahu ?,”ecar Erwin.

Sebelumnya, DPD Partai Golkar Kab. Teluk Bintuni telah angkat bicara menanggapi pernyataan yang menyebut pengurus DPD seakan menolak tanpa alasan perihal permintaan audiens yang dilayangkan Tim Kerja PMK 2.

Sekretaris Partai Golkar Bintuni, Moh Ramli, Sabtu (13/6) dalam rilisnya menyebut bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar sesuai fakta yang sebenarnya terjadi.

Ia menjelaskan, hal pertama yang perlu diketahui oleh semua pihak, hingga saat ini DPD Partai Golkar Kab. Teluk Bintuni belum menerima secara resmi salinan Surat Penetapan Sementara Pasangan Petrus Kasihiw dan Matret Kokop oleh DPP Partai Golkar tertanggal 20 Maret 2020.

Atas dasar itu, maka DPD dalam hal ini juga belum/tidak melakukan komunikasi ataupun konsolidasi bersama pasangan sementara yang ditunjuk oleh DPP.

“Point pertama, kami ini sama sekali belum menerima fisik surat tersebut. Kemudian bagaimana ceritanya kami bisa mengambil langkah kalau suratnya saja belum sampai ke tangan kami. Itu hal pertama,”Beber RamliSekretaris Partai Golkar Bintuni ini juga mengatakan tuduhan sepihak yang dimuat dalam beberapa media online, dirasa sangat keliru. Bahwa tidak benar sekretaris beserta pengurus lainnya menolak surat audiens Tim Kerja PMK 2 tanpa alasan yang jelas.

Terkait surat audiens yang katanya telah dilayangkan sebanyak dua (2) kali yakni pada tanggal 20 Maret 2020 dan 12 Juni 2020 pun dibantah secara tegas oleh Moh. Ramli.

“Yang kedua, tidak benar kami menolak tanpa alasan permintaan audiens, dan tidak benar sudah 2 kali surat dilayangkan. Hal ini harus di clearkan supaya jelas dulu,”Imbuhnya.

Ia merincikan terkait tudingan surat pertama yang telah dilayangkan per tanggal 20 Maret 2020, Ramli menjamin tidak pernah terjalin komunikasi antara Tim PMK 2 dan DPD pada tanggal tersebut.

Bahkan Ramli mengaku kaget dengan statemen Petrus Kasihiw yang dimuat dalam beberapa pemberitaan media online yang mengatakan Tim (PMK 2) nya sudah layangkan surat pertama pada tanggal tersebut.

“Kami ini juga kaget tiba-tiba katakan ada surat tanggal 20 Maret, lho terus surat nya mana, buktinya mana, terus kalau suratnya benar sudah diserahkan, diserahkannya sama siapa, mana bukti agenda suratnya. Bagaimana bisa surat audiens bisa bertepatan dengan tanggal terbitnya surat tugas itu,”Tanya Ramli.

Berikutnya, terkait tudingan surat kedua yang juga ‘katanya’ ditolak oleh pengurus DPD, Ramli meng klarifikasi bahwa memang benar ada komunikasi antara Tim (Leonardo Asmorom dkk) dan dirinya selaku Sekretaris DPD Partai Golkar Kab. Teluk Bintuni pada tanggal 10 Juni 2020

Namun pada saat itu ia menjawab bahwa akan melakukan koordinasi dengan jajaran pengurus lainnya terlebih dahulu.

“Kalau soal surat kedua, itu memang kami sempat ketemu tanggal 10, tapi saya katakan akan koordinasi dulu, bahkan saya mengatakan kalau ada perlu lagi bisa langsung menghubungi saya,”Tutupnya. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *