Pemda R4, TNI/Polri Bersinergi Bangun Posko Pengawasan 1 x 24 Jam

WAISAI, gardapapua.com — Pemerintah kabupaten Raja ampat, melalui distrik waisai kota, kini telah rutin melakukan pengawasan dan pembatasan akses keluar masuk orang ke Waisai, Raja ampat.

Langkah ini guna mengantisipasi akses masuk keluar speadboat, perahu loangboad, ke Raja ampat secara khusus wilayah distrik kota waisai, selasa (12/5/2020).

Hal itu, adalah dalam rangka mempertegas instruksi pemerintah daerah dalam hal penanggulangan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (COVID19).

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Daerah turut bersinergi bersama Tim medis, Unsur TNI/Polri dengan telah membentuk Posko Pengawasan di Raja ampat, yakni pada wilayah perbatasan.

Kordinator posko wilayah distrik kota waisai, Alferd suruan S.STP, saat dikonfirmaai mengatakan, bahwa Posko perbatasan didirikan untuk memperketat pengawasan terhadap pelintas batas.

“Dalam hal ini mereka yang memiliki Sped boat dan long boat yang keluar masuk dari sorong-waisai dan dan juga Waisai Sorong,”Terang Alfred

Kata Alfred, Pemda Raja ampat bersama TNI/Polri dan Tim medis, tujuan mendirikan posko perbatasan bersama ini supaya dapat rutin memonitor dan mengetahui perjalanan warga setempat maupun dari luar daerah selama adanya pandemi covid-19 virus corona.

Dia juga menjelaskan bahwa posko perbatasan yang di bentuk gabungan Pemda, TNI/Polri dan Tim medis mendapat penjagaan 1×24 Jam dengan sistem penjagaan yang merata.

” Kita bagi tiga Shift jaga. Yakni pagi, siang, dan malam,”Ujarnya

Selain itu juga posko perbatasan yang berada di Kelurahan Bonkawir juga dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD), dan jugaTersedia thermogun (alat pengukur suhu badan model tembak) yang di sediakan langsung oleh Tim Medis Puskesmas bantu (Pustu) Kelurahan Bonkawir.

“Tujuannya agar tidak ada lagi hubungan laut yang masuk/keluar di malam hari dan siang hari tanpa izin. Juga Keberadaan posko pengawasan di wilayah Kelurahan bonkawir perumahan 300 sangatlah penting untuk mencegah adanya penyebaran Covid-19,”Tegas Alfred, saat memantau Posko tapal batas yang berbatasan dengan wilayah tersebut.

Pencegahan yang dilakukan oleh Tim gabungan Covid-19, di kelurahan bonkawir Distrik waisai Kota, merupakan gerbang utama demi mencegah adanya warga masyarakat yang masuk di malam hari.
Sebagaimana yang belakangan ini terjadi, banyak masyarakat yang berada di luar Kota selalu masuk tanpa izin, namun hal itu sudah terjadi, menyusul diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Raja Ampat pada umunya.

“Maka fungsi Pos Perbatasan wilayah tersebut akan semakin di perketat,”Tandasnya [DM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *