Ini Harapan dan Himbauan Kadis Pendidikan Papua Barat di Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020

MANOKWARI, gardapapua.com — Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei 2020, jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), hingga ketingkat provinsi dan daerah pada satuan kerja kedinasan terkait, merayakannya kali ini dengan kesan yang cukup berbeda pada situasi pandemi COVID-19.

Kemendikbud melalui rilis resmi (30/4/2020) mengumumkan tema Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 yaitu “Belajar dari Covid-19”.

Terkait itu, Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, saat dihubungi gardapapua.com, sabtu (2/5/2020), pagi, untuk memintai tanggapan, himbauan dan harapannya kepada dunia pendidikan di Papua Barat mengatakan, bahwa terkait dengan tema nasional sebagaimana telah diterapkan adalah mengajak semua pihak terkait pada lingkup pendidikan kedepannya, apa yang sudah ada saat ini baiknya tetap ditingkatkan dalam proses aktivitas pendidikan ditengah suasana pandemi COVID19.

Salah satunya dihimbaukan barnabas adalah, perlunya semangat untuk mendorong dan menggelorakan kembali Pendidikan Kecakapan Hidup Sehat (PKHS) yang dulunya sudah bersama diterapkan sejak tahun 2002/2003, tentang kecakapan hidup sehat Live Skill Education (LSE). Sehingga bila terjadi hal – hal seperti ini itu mestinya sudah punya pemahaman dengan baik.

Advertorial Dinas Pendidikan Papua Barat Tahun 2020

Sehingga berhadapan dengan masalah seperti ini mestinya para pendidik dan siswa/i disekolah sudah dapat memahami pola penerapan hidup sehat yang sesuai protokol kesehatan di tempat belajar/mengajar atau sekolahnya.

” Paling tidak pemahaman kesehatan tentang pengembangan kapasitas (Capacity Building) itu sudah harus lebih efisiensi. Karena kalau sudah pernah diterapkan Pendidikan Kecakapan Hidup Sehat (PKHS) mestinya kita tinggal poles sedikit saja,”Ujarnya

Dia lalu menjelaskan, bahwa di Provinsi Papua Barat kedepannya dengan adanya COVID19 ini sudah bisa mengambil sebuah keputusan dan pembelajaran bersama bahwa ternyata pendidikan untuk hidup sehat juga ketika sudah digalakan maka harus masuk dalam program pendidikan.

Sembari menghimbau kepada Kemendikbud, bahwa sejak diterapkannya Pendidikan Kecakapan Hidup Sehat (PKHS) dulu mestinya ketika setiap provinsi telah membuat Surat Keputusan (SK) tentang penerapan program ini ketingkat bawah, mestinya harus disetujui oleh Kemendikbud, dan melihat ini sebagai sarana muatan pendidikan yang mestinya terus diajarkan disetiap tingkat sekolah, baik dasar, menengah pertama dan menengah atas.

” Kita di papua barat contohnya sudah ada SK gubernur itu. Tapi teman – teman dipusat, terlebih kemendikbud tidak bisa mengakomodir ini dengan baik. Ini yang harus digalakan lagi. Sehingga melalui kesempatan ini saya himbaukan dengan telah adanya Wabah COVID19 dan dalam memaknai pentingnya hari pendidikan nasional tahun 2020 ini, agar Pendidikan Kecakapan Hidup Sehat (PKHS) itu harus didorong dan jadikan sebuah muatan lokal yang bisa dihitung sebuah nilai angkanya, agar para guru/pendidik juga akan bersemangat menerapkan dan mengajarkan ini disekolah – sekolah,”Tukasnya. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *