Pemusnahan Limbah APD COVID19 Harus Sesuai SOP Atau Pembakaran Incenerator

MANOKWARI, gardapapua.com — Sektretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni (IKA)
Universita Papua (Unipa) Manokwari0 Yohanes Ada Lebang mengatakan, bahwa terkait Pengelolaan Limbah B3 (infeksius) dan Alat Pelindung Diri (APD), baik yang dihasilkan oleh Orang Dengan Pemantauan (ODP), Orang Dalam Pengawasan (PDP), tenaga medis dan warga masyarakat perlu ditangani dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan hanya melalui pembakaran Incenerator.

Hal ini tentunya, selain mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19 juga mengurangi pencemaran Lingkungan Hidup serta mengurangi peningkatan Timbulan sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

“Untuk itu seluruh Alumni dapat mendukung dan membantu pelaksanaan gugus tugas penanganan Covid-19 di Papua Barat dan Papua dengan kompetensi masing masing sesuai motto, “Ilmu Untuk Kemanusiaan”.
Harus diakui Bahwa pemerintah Pusat hingga daerah telah melakukan tugas maksimal dan terbaik dalam penanganan penularan Covid-19, salah satunya hingga penanganan sampai tuntas di hilir,”Ujar Yohanes Lebang, melalui pers rilisnya, Jumat (1/5/2020).

Kondisi saat ini dengan anjuran Pemerintah wajib menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) salah satunya seperti Masker dan sarung tangan (Latex), menjadi perhatian serius dalam penularan Covid-19, jika tidak dikelola secara baik dan bertanggungjawab, maka akan terdampak langsung pada tenaga medis maupun tenaga kebersihan lapangan (pengangkut sampah) maupun warga masyarakat.

“Dengan tidak sepengetahuan kita secara langsung terhadap Positif Covid-19 dan adanya Orang Tanpa Gejala (OTG) tersebut kami sangat berharap baik kepada Gugus Tugas maupun warga masyarakat, agar seluruh APD yang telah digunakan “oleh siapa saja” dilakukan Disinfektan sebelum dan sesudah di masukkan kedalam plastik kuning sesuai Prosedur tetap yang ada yang selanjutnya dapat dilakukan pemilahan pada TPS sementara yang akan diangkut oleh petugas kebersihan menuju tempat pembakaran/incinerator,”Paparnya

“Kami juga berharap agar pemerintah melalui gugus tugas penanganan Covid-19 dapat membangun komunikasi koordinasi yang baik agar seluruh incinerator yang ada di setiap daerah (Papua Barat dan Papua) dengan kondisi saat ini dapat digunakan oleh siapa saja khususnya dalam pemusnahan limbah B3 (infeksius) dan APD.
Sedangkan kepada seluruh Alumni (FPPK, Faperta Uncen dan Unipa Amban Manokwari), dimanapun berada, untuk membangun koordinasi dan komunikasi yang baik dalam membantu pemerintah melalui Gugus Tugas Covid-19 di daerah sesuai anjuran yang ada baik kepada sesame Alumni dan warga masyarakat, selain itu terus mendukung pengelolaan pangan lokal menjadi focus utama pengaplikasian ilmu bersama pemerintah dan masyarakat dalam upaya ketahanan pangan tetap terjaga demi sejahtara masyarakat diatas tanah Papua tercinta,”Tukasnya. [Rls/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *