Sikapi Aktivitas Dugaan Tambang Ilegal, Begini Langkah DPRD Kaimana

KAIMANA, gardapapua.com – Masyarakat di distrik Yamor Kabupaten Kaimana Provinsi Papua Barat yang berbatasan dengan masyarakat yang berada di kepala air kali Wami mengaku sangat dirugikan dengan adanya penambangan emas dengan menggunakan alat-alat tekhnolgi mesin.

Penambangan yang jelas jelas berada di Distrik Yamor Kabupaten Kaimana itu, diduga telah berjalan mulus selama dua Tahun, tanpa dicium aromanya oleh perangkat pemerintah yang bertugas di wilayah tersebut?

Menangapi hal tesebut, Wakil Ketua I DPRD Kaimana, Jaquillina Claudia, S.Hut, angkat bicara. Dalam keteranganya kepada awak media dalam menyikapi persoalan dugaan penambangan di Distrik Yamor, dirinya menegaskan, sebagai wakil rakyat ia akan segera melaksanakan langkah Rapat Dengar Pendapat (RDP), yang nantinya patut dihadiri unsur pemerintah daerah setempat dan Pihak keamanan dalam hal ini unsur polri.

Dikatakan, bahwa sesuai dengan hasil reses anggotanya ke wilayah yang masuk daerah pemilihan mereka tersebut, pihaknya telah menerima sejumlah masukan laporan masyarakat terkait dengan tambang emas yang telah berjalan kurang lebih dua tahun, yang diduga tanpa memiliki dokumen yang jelas.

Oleh karena itu, atas laporan awal tersebut akan menjadi perhatian pihaknya untuk mengundang pihak pihak terkait dalam agenda rapat dengar pendapat.

” Jadi anggota reses dan masyarakat sudah melaporkan ada foto dan video videonya, jelas diwilayah kita (kaimana-red),”Ujar Jaquillina Claudia, S.Hut, (19/1/2020).

Oleh sebabnya dengan adanya bukti-bukti ini kami mau mengundang pihak pihak terkait agar dibicarakan dan cari jalan keluarnya, karena menurut informasi masyarakat itu tanpa dokumen (illegal).

Wakil ketua dua DPRD Kabupaten Kaimana berharap, hal ini segera diambil tindakan tegas oleh pihak terkait, demi kemajuaan pendapatan asli daerah, terkait dengan sumberdaya alam yang perlu dikelolah secara baik sehingga masyarakatpun akan mendapatkan hal yang baik pula.

” Ini harta kita ini sumberdaya alam kita, kalau tidak justru akan menguntungkan bagi oknum-oknum yang berkuasa dan yang lain akan menjadi penonton,”Tukasnya [JO/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *