PIETER MASAKODA : Saatnya Generasi Milenial Bintuni Berkarya

TELUK BINTUNI, gardapapua.com – Sudah saatnya kaum muda mewakili dari kalangan aktivis, organisasi kepemudaan dan Mahasiswa yang memiliki pemikiran maju untuk mengembalikan kejayaan Teluk Bintuni, turut ambil bagian dalam pertarungan merebut pucuk kepemimpinan di tingkat Kabupaten atau menduduki kursi kepala daerah.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu Pemuda pemerhati Bintuni Piter Masakoda, dalam bincang – bincangnya kepada gardapapua.com, Sabtu (28/9/2019), menyikapi fenoma suasana peta politik di Kabupaten Teluk Bintuni mengatakan, bahwa di era milenial, daerah kabupaten Teluk Bintuni butuh sosok muda yang siap berkarya dan memiliki kharisma memimpin dan merangkul seluruh lapisan pemuda – pemudi.

Menurut Masakoda, melalui jalur pertarungan politik itulah pucuk pimpinan sebagai jalan untuk memasuki posisi di ruang-ruang kekuasaan, adalah sebagai jalan untuk melakukan perubahan secara mendasar dan memperjuangkan kesejahteraan sosial masyarakat.

” Atas dasar itulah kita harus sebagai generasi milenial patut memberikan dukungan kepada sosok perwakilan muda kita di arus bursa bakal calon kepada daerah pada Pilkada 2020 mendatang,”Cetusnya

Lanjut Masakoda, tak dipungkiri bahwa sebagai jalan melakukan perjuangan rakyat adalah dengan memasuki system pemerintahan.

Hal ini dengan harapan bisa terwujudnya keadilan dan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Teluk Bintuni.

” Harapan saya selaku pemuda pemerhati teluk bintuni kehidupan yang adil dan sejahtera, terutama di sektor organisasi lembaga kepemudaan dan petani, serta mahasiswa harus diperhatikan baik, karena masih adanya kebijakan-kebijakan pemerintah yang belum berpihak sepenuhnya kepada kami, “Tukasnya

Diketahui, dalam bursa calon kepimpinan kepala daerah kabupaten Teluk Bintuni periode 2020 – 2025, terdapat bermunculan sejumlah nama – nama yang sangat diapresiasi oleh kalangan muda, seperti Ali Ibrahim Bauw, Matret Kokop, Yohanis Manibuy, Edison Orocomna, dinilai telah bersiap mencalonkan diri dan mewarnai bursa pemilukada tahun 2020 – 2025.

” Teluk Bintuni membutuhkan Pemimpin yang berbuat bukan pemimpin yang berkata – berkata alias berjanji. masyarakat Bintuni butuh pemimpin siap melayani tanpa batas waktu,”Tutup Pieter Masakoda. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *