Pemerintah R4, Bahas Pembentukan UPT Budidaya Perikanan

WAISAI, gardapapua.com — Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, melalui Dinas Perikanan dan Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) membahas pembentukan struktur organisasi dan tata kerja unit pelaksanaan teknis (UPT) Budidaya perikanan kabupaten raja ampat.

Pembahasan itu dilaksanakan dalam agenda Kegiatan Forum Group Diskusi (FGD), dan Forum Konsultasi Publik (FKP), Tentang pemaparan dan pembahasan hasil kajian naskah akademik, Pembentukan Struktur Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksanan Teknis (UPT) Budidaya Perikanan kabupaten Raja Ampat, pada kamis (26/9/19), bertempat di Aula Wayag, Kantor Bupati Raja ampat.

Dalam kegiatan tersebut, menghadirkan Narasumber Prof Dr.ir Roni bawole M,Si, selaku dosen fakultas perikanan dan ilmu kelautan universitas papua manokwari.

Turut dihadiri oleh Asisten III Bidang Administrasi umum Setda Yulianus Mambraku SH, Sekretaris daerah (Sekda) Raja Ampat Dr.Yusuf Salim, M.Si, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Raja Ampat Ir.Abdul Rahman Wairoy, Kepala dinas Perikanan Marthen LR Bartholomeus imbir ST. M.Si, Kepala
Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala)
Ricardo umkeketony S.STP., M.Si.

Peserta kegiatan pembentukan struktur organisasi UPT Budidaya Perikanan kabupaten Raja ampat
diikuti tiap-tiap OPD yakni dinas perikanan, bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) dilingkungan Pemkab Raja ampat.

Sekda Dr. Yusuf Salim, M.Si, menyampaikan, bahwa pembentukan UPT oleh dinas perikanan dan kelautan ini, tujuan utama adalah khusus mengatur budidaya perikanan.

Dimana dalam hal Pembentukan UPT Pasti ada syarat-syaratnya sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) yang sementara disiapkan.

” Sementara dalam kajian ini ketika dibentuk harapannya agar tersentuh ke masyarakat umum, terutama masyarakat nelayan, kelompok nelayan yang berada di kampung-kampung di distrik – distrik alternatifnya mendapat manfaat dari pembentukan ini,”Ungkapnya

” Kita tidak semata-mata bentuk lembaga organisasi dengan beban beban pembiayaan dan lain sebagainya tetapi ujungnya adalah peningkatan kegiatan, yang tidak kita capai apapun yang kita lakukan ini,”Jelasnya

Ditambahkan, bahwa kesejahteraan masyarakat jika diyakini dan percaya dengan baik, maka UPTD yang telah dibentuk dan terkelola dengan profesional sangat berdampak bagi masyarakat nelayan di kampung-kampung.

“Kita tahu betul bahwa raja ampat, kehidupan kita di laut, maka itu memanfaatkan ini dengan baik. Saya harap sekali lagi betul-betul serius mendengar ini tidak sekedar formalitas belaka tetapi Mari kita Serius mengikuti kegiatan ini,”Tutup Sekda. [DM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *