Moratorium Dicabut, BNNP PB Segera Bentuk BNNK

MANOKWARI, gardapapua.com — Kepala BNN Perwakilan Papua barat, Brigjen Pol Setija Junianta, mengatakan, pasca peninjauan ulang moratorium pembentukan perwakilan Badan Narkotika Nasional tingkat kabupaten /kota (BNNK) oleh BNNP Republik Indonesia beberapa waktu lalu, Badan Narkotika Nasional Perwakilan Provinsi Papua Barat (BNNP PB) berharap, agar capaian waktu membentuk BNNK di tingkat kabupaten/kota di salah satu daerah dapat segera dibentuk.

” Beberapa waktu lalu telah dilakukan oleh BNNP RI Pusat peninjauan ulang moratorium itu. Salah satunya harapan kita bahwa BNN Perwakilan Papua Barat sebagai satu – satunya BNN Perwakilan yang belum ada atau membentuk BNNK, segera bisa bersama kita bentuk nantinya, “Ungkap Kepala BNN Perwakilan Papua barat, Brigjen Pol Setija Junianta, (12/8/2019), belum lama ini.

Terkait hal tersebut, diklaim, bahwa pihaknya telah langsung melaksanakan proses tahapan pertama dengan melakukan pemantauan atau pemetaan wilayah, bahwa di daerah mana saja di papua barat yang sangat rawan atau mudah terdampak penyebarluasan narkotika dan zat adiktif senyawa lainnya.

“Dari lampu hijau dari pusat setelah moratorium dibuka kita telah mulai bekerja. Kita sudah mulai mengumpulkan data – data, tentang grand total mudahnya penyerbaluasan masuknya narkoba, dan faktanya terdapat di daerah sorong, “Jelasnya

Hal ini pun telah ditunjukan, melalui cerminan kurang lebih beberapa kasus jenis narkotika golongan I jenis shabu – shabu, yang berhasil tertangkap oleh tim berantas BNNP Papua Barat.

“Hasil pemantauan (mapping, red) kita, kota soronglah yang paling rawan diantara 12 kabupaten dan 1 kota di papua barat, sehingga ini memang harus segera ditindaklajuti dan diperhatikan lebih lanjut, sebagai gerakan menekan dan meminimalisir masuknya narkoba ke papua barat, “Paparnya

Terkait hal ini pula, pihak BNNP Papua Barat menurut Brigjen Pol Setija Junianta, telah melakukan upaya pertemuan terbatas dan menghimbau pihak terkait tentang pemetaan kerawanan tersebut.

” Kami sudah melakukan pertemuan terbatas dan himbauan tentang kerawanan itu. Sehingga melalui beberapa kali agenda sosialisasi diharapkan aparatur ASN dan walikota untuk bersama dapat memikirkan berdirinya BNNK di sorong, guna membantu pemerintah memerangi bahaya narkoba secara bersama, “Tukasnya

” Karena saya menyadari dan sangat berharap, bahwa proses berdirinya BNNK Kota Sorong itu, memerlukan dorongan dan sangat tergantung dengan bantuan semua pihak, teristimewa adalah tindakan langsung oleh bapaj walikota sorong dalam hal ini adalah Lambertus Djitmau,”Tutupnya menambahkan. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *