IKT Papua Barat Tolak Tindakan Diskriminatif-Rasial Terhadap OAP

MANOKWARI, gardapapua.com — Ketua Umum IKT Papua Barat Kornelius Mangalik, ST, mengatakan, bahwa Ikatan Keluarga Toraja di Papua Barat sangat menyayangkan segala bentuk tindak-tanduk provokasi dan rasisme yang ditimbulkan oleh oknum – oknum tidak bertanggung jawab yang menimpa mahasiswa/i Papua di Kota Surabaya dan Malang beberapa waktu kemarin.

Hal ini, dalam rangka menyikapi Dinamika sosial dan politik di Tanah Papua akhir-akhir ini, yang berimbas dari insiden tersebut, hingga ditandai dengan munculnya aksi demonstrasi di berbagai kota di Tanah Papua khususnya di Manokwari dimana puncaknya adalah pada tanggal 19 Agustus lalu.

Dimana buntut dari sebuah aksi demonstrasi yang diikuti ribuan warga, Orang Asli Papua, nusantara di beberapa kota daerah di Papua Barat berubah menjadi huru-hara. Sejumlah fasilitas pemerintah dibakar secara sporadis oleh massa, jalan diblokir, rumah warga dirusak/dilempari.

Ikatan Keluarga Toraja (IKT) PB sebagai bagian dari komponen strategis masyarakat Papua Barat memahami bahwa aksi tersebut awalnya mengusung agenda yang mulia, yakni perlawanan masyarakat asli Papua terhadap tindakan berbau rasial yang dilakukan sekelompok ormas di Jawa Timur terhadap mahasiswa Papua yang kuliah disana.

” Pada tataran prinsip, IKT Papua Barat memandang bahwa rasialisme, atau diskriminasi ras, tidak memiliki pijakan apapun, baik secara ilmiah, hukum, moral, religius terlebih dalam pandangan kultural Orang Toraja. IKT Papua Barat Tolak Tindakan Diskriminatif-Rasial Terhadap OAP,”Tegas Ketua Umum IKT Papua Barat Kornelius Mangalik, ST, dalam siaran persnya, yang diterima oleh gardapapua.com, Kamis (22/8), kemarin.

Itu sebabnya, IKT Papua Barat memiliki empati dan menyatakan solidaritasnya terhadap aksi-aksi kemanusiaan dan damai yang dilakukan masyarakat asli Papua yang secara substansi merupakan upaya untuk menghentikan tindakan diskriminatif-rasial terhadap orang asli Papua di manapun berada.

Meski demikian, IKT Papua Barat menyayangkan adanya aksi yang menjurus pada anarkisme dan penjarahan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab yang menyertai aksi tersebut.

Bagaimanapun huru-hara tersebut telah menimbulkan rasa trauma yang mendalam bagi warga Manokwari lainnya yang sama sekali tidak terkait dengan masalah yang terjadi di Jawa Timur.

Sementara itu, Sekretaris Umum, Elias K. Bawan, ST, M.Eng, melanjutkan hal tersebut maka IKT Papua Barat menyatakan sikap dan pandangannya sebagai berikut :

1. IKT Papua Barat memandang bahwa tindakan diskriminasi rasial, terlebih makian “monyet” terhadap Orang Asli Papua merupakan tindakan yang menista kemanusiaan dan bertentangan dengan hukum. IKT Papua Barat mengutuk hal tersebut. Meminta kepada aparat hukum segera mengambil langkah-langkah hukum terhadap pelaku.

2. IKT Papua Barat mengajak seluruh komponen masyarakat Toraja di Papua Barat untuk tetap menjaga solidaritas dan empati terhadap sesama dengan damai. Ikut serta dalam upaya-upaya resolusi konflik dan tidak menyebar hoax atau tindakan lain yang justru memperkeruh suasana.

3. Sehubungan dengan kian pulihnya suasana keamanan di Manokwari, maka IKT Papua Barat berharap agar langkah-langkah pengamanan tetap dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan bermartabat. Tidak represif dan menghargai kearifan-kearifan lokal dalam penyelesaian masalah. Meski demikian, para pelintas atau warga yang terkena dampak dari huru-hara mestinya mendapat pendampingan agar keluar dari suasana traumatik. Disamping pendekatan penegakan hukum yang proporsional.

4. IKT Papua Barat pada dasarnya menjadi bagian dari masyarakat Papua yang ingin terus berkontribusi bagi upaya menciptakan keadilan dan perdamaian di Tanah Papua.

Demikian pernyataan singkat ini dibuat sebagai bentuk kesadaran kolektif seluruh warga Toraja di Papua Barat dalam rangka mewujudkan cita-cita “Papua Damai”. [Rls/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *