Danau Ayamaru – Maybrat Tahun Ini Mulai Dibendung, Ini Pagu Anggarannya

MANOKWARI, gardapapua.com — Setelah melalui proses usulan, verifikasi dan sinkronisasi daerah (Pemda) hingga pusat (kementerian PUPR), dipastikan pembangungan bendung danau ayamaru, Kabupaten Maybrat segera di kerjakan.

Hal ini ditegaskan kembali, oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Barat (BWS PB) Alexander Leda, ST. MT, disampaikan melalui PPK Bidang Danau Sungai dan Embung (DSE) Supriyadi, kepada gardapapua.com diruang kerjanya, senin (15/7/2019).

Supriyadi menjelaskan, bahwa Paket pekerjaan bendung di danau Ayamaru, Kabupaten Maybrat, yang disetujui itu adalah tentang pengerjaan konservasi danau ayamaru. Dimana, danau ayamaru akan dibuat Bendung. Hal itu untuk menghalangi aliran air agar permukaannya naik hingga di ketinggian tertentu, sesuai dengan ukuran bendung pada pagu perencanaan tahun 2019.

” Tujuannya adalah agar air dapat mengalir lebih jauh dari daerah yang lebih tinggi ke daerah yang lebih rendah. Dimana melalui metode konservasi, rangkaian mengembalikan fungsi sungai atau air ke fungsinya semula dapat dikerjakan sesuai rencana. Ini sebenarnya sudah diusulkan dan direncanakan lama, dan turut diminta oleh Pemda setempat. Karena menurut mereka kondisi volume jumlah air sejak tahun 70-an air sudah turun,”Ucap Supriyadi.

Dimana titik lokasi pengerjaannya yakni disekitar kali semtu dan telaga tiga, Distrik ayamaru, sesuai anggaran yang telah disetujui kementrian yakni sekitar Rp. 42 Miliar dengan target pengerjaan kurang lebih tujuh (7) bulan waktu pelaksanaan pengerjaannya.

” Jadi kalau kita sebenarnya lihat, disitu pemanfaatannya danau juga cukup besar. Danau Ayamaru ini sendiri ada tiga danau. Jadi ada yang besar dan pada bagian bawahnya inilah yang kita mau kerjakan. Sebab, ini juga menjadi keluhan masyarakat setempat. Dimana dulu, jikalau mereka hanya mengambil sumber air dekat, namun kini mereka harus berjalan beberapa kilo untuk mendapatkan sumber air baku bersih, sehingga segera danau ayamaru akan dikonservasikan sesuai manfaatnya,”Jelasnya

” Jadi kita akan naikan permukaan air ini pada pengerjaan didanau ayamaru pada bagian bawah aliran air danau ini,”Terangnya menambahkan

Selain itu, teknis pelaksanaannya adalah dengan Pembuatan bangunan pelimpah (spill way) dan juga membuat Tanggul penghambat atau cek dam yang adalah menyerupai bendungan kecil dengan konstruksi sederhana sesuai endimen sungai. Dimana, Tanggul penghambat berfungsi untuk mengendalikan sedimen dan aliran permukaan yang berasal dari daerah tangkapan di sebelah atasnya.

” Kita akan mulai kerjakan satu spilway saja, tapi kita targetkan 2 spilway. Kemarin kita sudah coba sampaikan dan usulkan ke pusat juga. Karena maunya kita lingkup besar sungai ini dapat segera kita tangani dan kerjakan sekalian hingga kebawah anak sungai, “Jelasnya [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *