Sebuah Longboat dikabarkan Hilang Kontak di Perairan Raja Ampat

WAISAI, gardapapua.com — Sebuah longboat dikabarkan mengalami hilang kontak setelah tidak sampai di tujuan sejak Jumat (12/7/2019), siang.

Longboat yang membawa 15 orang penumpang di dalamnya ini lalu di laporkan oleh sertu mambrasar, dan Arnold Fakdawer selaku pihak keluarga, yang merasa cemas saat loangboat yang dinantikan tiba dalam kurun waktu sekira 3 jam itu, hingga Jumat malam tak dapat dihubungi oleh pihak keluarga atas keberadaannya.

” Kami mendapat kabar hilang kontak ( lost contac) sebuah longboat setelah berlayar dari Suprau Kota Sorong menuju Mnir Kabupaten Raja Ampat, Jumat (12/719) malam sekira pukul 20.15 wit malam, “Ungkap Kordinator Sar Raja Ampat, HJ Tamrin Kosar, kepada gardapapua.com.

Dimana berdasarkan laporan awal yang telah diterima pihaknya, menyatakan bahwa longboat tersebut yang berangkat dari Suprau Kota Sorong pada Jumat (12/7/2019) pukul 08.00 Wit pagi, mestinya sesuai dentang waktu tiba di kampung mnir kabupaten Raja Ampat, adalah sekitar pukul 11.00 Wit siang, namun hingga dipukul 20.15 wit malam, longboat dan para penumpang tak kunjung tiba. Sementara, nomor kontak sambungan seluler para penumpang belum dapat di jangkau atau di luar jaringan.

” Kami kantor Basarnas sorong sudah berkoordinasi juga dengan SAR raja ampat dan sorong tentang status longboat berpenumpang 15 orang yang sementara dinyatakan hilang kontak, meski belum ada kepastian. Namun ini juga telah dikoordinasikan dengan para pelapor yakni pihak keluarga,”Tuturnya

Sementara itu, berdasarkan pantauan langsung gardapapua.com, para anggota SAR dan basarnas dilapangan saat menerima laporan awal ini sebelumnya pada pukul 18.15 Wit, telah langsung mencoba melakukan pencaharian penyisiran awal di titik terdekat seputar perairan Kabupaten Raja Ampat – Sorong.

Adapun nama penumpang yang ikut dalam pelayaran Suprauw –  Mnir dengan Longboat tersebut, terdiri dari : Dewasa, yakni Elkia mayor( 45 thn) Almin fakdawer (36 thn) Peny Fakdawer (42 thn), Alier Fakdawer (51 thn), Kelfin Rumbarak (20 thn), dan Kori Umpes (18 thn). Sedangkan penumpang usia anak-anak dan remaja yakni, Apolince Rumfaker (15 thn), imelda rumfaker (12 thn) Demi Rumfaket (11thn) Jefro mayor (9 thn), Marike mayor (6 thn ), Mia mayor (4 thn), Lince mayor (2 thn), Marian rumbarak (7 thn), dan Vebi fakdawer (10 thn)

” Sementara pencaharian awal di berhentikan dan dilanjutkan pada besok, sekaligus kami tim nanti akan melihat titik pencahariannya sesuai koordinat wilayah perairan, “Tukas HJ Tamrin Kosar. [EB/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *