Ada Isu “Kotak Kosong Bintuni”, Begini Harapan Pace Tanah Pemuda Irarutu

BINTUNI, gardapapua.com — Perhelatan pemilihan umum Presiden – Wapres dan pemilihan kursi legislatif pada 17 april 2019 lalu telah usai.

Indonesia telah mendengar kabar baik figur pemimpin jilid dua untuk periode lima tahun mendatang 2019 – 2024.

Perahu kemenangan beberapa Partai Politik (Parpol) juga telah menghantarkan wakilnya di kursi politik parlemen, dan khususnya di Provinsi Papua Barat beberapa nuansa komunikasi Politik menyambut pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan di helat dalam demokrasi pilkada serentak tahun 2020 mendatang mulai didentangkan.

beberapa Harapan Masyarakat dari forum diskusi Kadate Bintuni, Ttg Harapan hari esok di Bintuni.

Harapan demi harapan, dan pembaharuan pada segala aspek dan sektor didaerah mulai dikeluarkan berbagai tokoh politik, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan figur lainnya demi daerah dan tanah lahir tercinta.

Di Kabupaten Teluk Bintuni sendiri, salah satunya datang dari tokoh pemuda Irarutu Ilham Refideso.

Pace bule, sapaan akrab dan juga sering dikenal dengan sebutan pace Tanah, kepada gardapapua.com, saat dijumpai disuatu kesempatan (29/5/2819) mengharapkan, agar pada perhelatan pemilu di tahun 2020 mendatang, bukan saja menjadi catatan sejarah baru, namun mampu membawa nuansa perpolitikan di negeri sisar matiti dapat lebih baik dan mendewasakan pribadi masyarakat yang ada di Teluk Bintuni.

Hal ini agar, segala perbedaan pandangan politik janganlah menjadi sebuah catatan negatif yang saling mengkerdilkan seseorang yang ingin berpikir menggunakan nalar dan nuraninya sesuai apa yang dirasakannya, melihat situasi didaerah tempat kelahiran harus ada perubahan demi perubahan.

” Tahapan pilbub telah mendekati kita, banyak bermunculan spekulasi politik mengisi ruang media di negeri ini, tapi sebagai anak negeri suku irarutu saya mau kedepan kondisi diteluk bintuni dapat bisa lebih maju, berkembang dan masyarakat sangat merasakan segala asas manfaat penerapan visi dan misi program kerja para pemimpin daerah yang terpilih, “Harapnya

Dia lalu menyebutkan, pada suatu kesempatan yang ia temui terdapat, satu stattemen isu opini politik yang kemudian telah menjadi wacana di berbagai diskusi publik Bintuni dan berkembang di kalangan masyarakat merupakan hal yang konyol, jika pada putaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bintuni, masyarakat akan diperhadapkan dengan istilah “Kotak Kosong”??.

“Saya pikir itu stattemen yang konyol, jika masyarakat termakan isu itu. “Dari mana anda mengeluarkan stattemen itu ? masih ada parpol lain yang memiliki kursi di parlemen, dan mencukupi suatu ukuran perpolitikan kursi pilkada. Maka selaku sosok pemuda dari Irarutu saya harap masyarakat bijaklah dan mari bergandengan tangan saling menghargai perbedaan pandangan dan pendapat, untuk satu tujuan teluk bintuni harus lebih baik dari kondisi sekarang, “Jelasnya

Sebagai anak mudah Irarutu, Pace Tanah Ilham Refideso mengajak semua khususnya anak muda di Teluk Bintuni membangun narasi – narasi politik yang konstruktif.

” Janganlah kita keluarkan stattemen hanya membuat masyarakat bertanya – tanya dan kemudian kita semua tidak dapat jawabannya,”Imbuhnya

” Yang terpenting menurut saya, marilah kita berikan pemahaman yang baik dan berdiskusi, saling tukar pikiran kira kira siapa figur yang tepat untuk membawa kita semua untuk 5 (lima) tahun kedepan siapa figur yang baik kita berikan lagi kepercayaan kepadanya,”Tutupnya. [**]

By. Pace Tanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *