Di Bintuni, Warga Keluhkan Keterlambatan C6, Hingga Ada Baliho Caleg Lolos Pengamatan Bawaslu TB

TELUK BINTUNI, Gardapapua.com – H-1 jelang Pemilu Serentak 2019, banyak warga Teluk Bintuni terpantau masih merasakan kebingungan dalam menyalurkan hak pilihnya dalam Pemilu 2019.

Rabu 17 April 2019 yang semestinya menjadi agenda tahunan untuk memilih Calon Presiden dan Wapres, Anggota DPR, DPD RI, DPRD Provinsi /Kabupaten secara baik, masih saja dibaluti beberapa persoalan.

Pasalnya, hingga Selasa (16/4) pukul 19.00 WIT, banyak warga di Kabupaten Teluk Bintuni yang mengaku belum mendapatkan formulir C6 atau Surat Undangan memilih, hingga lokasi TPS yang terkesan di acak oleh pihak penyelenggara Pemilu.

Publik yang merasa bingung, lantas meluapkan hal itu melalui beberapa jejaring sosial semisal WAG maupun Facebook.

Beberapa kutipan, berhasil dirangkum redaksi Gardapapua.com seperti dibawah ini :

“Sampai saat ini sy punya keluarga belum dapat undangan, berani tidak dapat ni lihat saja”. (To*****/Facebook)

“Pulang kantor berharap ada undangan, ternyata tidak ada”. (He****/Facebook)

“Banyak masy yang tidak dpt undangan untk memilih, siapa yang salah ya?” (081********/WAG)

“Undangan C6 seperti keluar dari toko sembako, yang butuh yang dapat”. (081********/WAG)

 

Terpisah salah satu warga yang sempat di wawancarai redaksi gardapapua.com Alfons Manibuy juga turut mengungkapkan keprihatinannya terkait kesiapan penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPUD Teluk Bintuni.

Ia juga mengakui, bahwa pada Pemilu sebelumnya, ia terdaftar di TPS yang berbeda dengan TPS saat ini.

“Saat ini kasian masyarakat. Semua pusing cari undangan nya dimana, karna nama di putar di tempat yang tidak sesuai tempat tinggal nya. Saya saja Pemilu2 sebelumnya memilih di TPS ini, tapi sekarang dipindahkan tanpa ada pemberitahuan,” ujar Alfons Manibuy.

“Sampai malam ini saja, banyak pemilih masih pusing mencari tempat memilih karena di acak tidak berdasarkan domisilinya. Bisa-bisa ini menjadi preseden pemilu paling buruk dibintuni,”Sebut mantan Bupati 2 Periode Teluk Bintuni ini menambahkan

Menurut dia, Sebagai daerah dengan Indeks Kerawanan Pemilu tertinggi di Indonesia, ia berharap pihak penyelenggara dapat bekerja secara profesional dalam menjaga kamtibmas terutama sebelum dan sesudah pelaksanaan Pemilu.

“Jadi KPU kerja secara baik, bersama-sama kita jaga kamtibmas di daerah ini,”Tukasnya.

Selain persoalan keterlambatan penyerahan formulir C6 atau Surat Undangan memilih, hingga lokasi TPS yang terkesan di acak oleh pihak penyelenggara Pemilu, dugaan pelanggaran masih adanya baliho oknum caleg yang disinyalir dibiarkan berdiri memasuki H-1 pelaksanaan Pemilu dan waktu batas kampanye atau hari tenang menjadi ciutan di sebuah percakapan group WA itu pada selasa (16/4/2019) pagi.

” Jangan karena partai berkuasa kemudian di biarkan, Bawaslu TB dimana Ini, “Demikian ciutan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, salah satu anggota Bawaslu setempat yang diminta menanggapi dan merespon keluhan itu, enggan berkomentar lebih membalas isi ciutan percakapan dalam group WA tersebut. [KK/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *