Kabag Humas Bintuni Sebut Honorer K2 Diangkat Dari Tempat Sampah ??

TELUK BINTUNI, gardapapua.com — “Kan K2 sudah selesai, terus kam mau apalagi? K2 itu sudah di tong sampah baru diurus, jadi kam tenang saja karena sudah diurus sama pak Bupati,’’ Kata Richard ketika dihubungi via ponsel, Senin (11/03)

Demikian, sepenggal kalimat yang dipetik oleh Koordinator Honorer K2, Richard Hamberi, sembari mengulas kembali bahasa kalimat yang dilontarkan oleh Kabag Humas Setda Teluk Bintuni Dominggus Pattikawa, yang menyebut Honorer K2 Teluk Bintuni adalah tenaga honorer diibaratkan diangkat dari tong sampah (terbuang, red).

Richard pun kecewa atas pernyataan kabag humas Teluk Bintuni, Dominggus Pattikawa alias Ongen sapaan akrabnya.

Kekecewaan Richard langsung di posting dalam salah satu group Whatsapp sekaligus mempertanyakan dan meminta penjelasan dari Ongen selaku Kabag Humas Setda Kabupaten Teluk Bintuni.

Richard menjelaskan bahwa, hal ini bermula ketika salah satu rekannya sempat bertanya kepada Asisten II Setda Teluk Bintuni, Frans Awak, usai memimpin apel pagi mengenai penerimaan CPNS formasi umum yang akan dibuka mengingat honorer K2 hingga saat ini belum menerima SK, namun pertanyaan rekan Richard langsung dijawab oleh Ongen, yang menyatakan bahwa K2 sudah selesai.

Richard pun keberatan atas pernyataan Ongen mengingat yang bersangkutan adalah seorang kabag Humas yang semestinya harus memberi pernyataan bahasa secara baik dan enak didengar, supaya tidak menimbulkan kegaduhan di kalangan rekan-rekan honorer K2 Kabupaten Teluk Bintuni.

Sementara itu, Kabag Humas Teluk Bintuni, Dominggus Pattikawa, ketika dihubungi salah satu wartawan guna mengklarifiksi membentah hal tersebut. Dominggus lalu meminta agar yang bersangkutan (Richad, red) menunjukan bukti rekaman yang menyatakan bahwa ada pernyataan tersebut.

“K2 harus bersyukur karena mereka sangat diperhatikan dibawa kepemimpinan Bupati, Ir Petrus kasihiuw,MT dan wakil Bupati Matret Kokop,SH,’’Tegas Dominggus.

Pasca pernyataan tersebut, Dominggus pun menemui Richard Hamberi selaku koordinator K2 untuk mengklarifikasi masalah tersebut, dan hal ini telah dibenarkan oleh Richard. [KK/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *