Jokowi Instruksi Rehabilitasi Hulu Banjir Bandang Sentani Segera

JAYAPURA, gardapapua.com — Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan kepada jajaran kementerian terkait hingga ke kepala daerah di Provinsi Papua agar segera melaksanakan pemulihan dan rehabilitasi daerah kawasan hulu penyebab banjir bandang sentani.

Hal tersebut yakni, Pemulihan kawasan cagar alam Pegunungan Cycloop, Danau Sentani, dan daerah aliran Sungai Sentani Tami harus dikerjakan selekas mungkin.

Pemulihan dan rehabilitasi daerah hulu penyebab banjir itu segera dilakukan dengan melibatkan semua pihak, seperti kementerian terkait, BNPB, pemerintah daerah Papua, Jayapura, dan Keerom, Universitas Cenderawasih, Freeport Indonesia, Dewan Adat Suku Sentani, Lembaga Musyawarah Adat Port Numbay, serta pihak gereja.

Ini diungkapkannya pasca bertemu para pengungsi korban banjir bandang Sentani, Papua, siang tadi di GOR Touware, Kampung Kwadeware, Kabupaten Jayapura, dalam agenda kunjungan kerja di Papua, (1/4) kemarin.

” Setelah penanganan darurat dan pasca bencana, yang penting dilakukan saat ini adalah mencegah kejadian serupa di masa depan. dengan begitu, upaya itu bisa dilakukan secara terencana, terpadu, dan menyeluruh,”Ujar Jokowi

Selan itu, presiden Jokowi juga telah menginstruksikan kepada Menteri PUPR agar sekolah – sekolah sejak dua minggu lalu, terkena imbas hujan deras yang mengguyur Jayapura, Papua, agar dibenahi. Salah satu contohnya adalah sekolah SD Negeri Inpres Kemiri, Jayapura.

Dimana lumpur yang terbawa banjir bandang Sabtu 16 Maret lalu, masih menumpuk di halaman dan teras bangunan SD Negeri Inpres Kemiri.

“Saat saya tiba di kampung Kemiri, Jayapura, siang tadi. Isi ruangan kelas berantakan, buku dan bangku-bangku sekolah rusak dan tak dapat dipakai. Saya telah memerintahkan kepada Menteri PUPR untuk segera merapikan bangunan dan lingkungan sekolah ini. Agar murid-murid SD Negeri Inpres Kemiri yang bersama saya ini kembali bersekolah,”Harap Jokowi

Bukan hanya sekolah, rumah-rumah warga kampung Kemiri pun terlihat porak poranda. Bahkan sejumlah warga yang masih mengungsi di GOR Touware di Kampung Kwadeware, tak mungkin kembali ke kediaman semula. Mereka akan dipindah ke lokasi yang jauh lebih aman dari potensi bencana. Lokasi baru itu akan segera ditetapkan oleh gubernur dan bupati setempat. [Red/**]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *