Pasca Tewasnya MK, Ratusan Aparat Siaga Di Dua Titik Kota Manokwari

MANOKWARI, gardapapua.com — Ratusan personil gabungan Brimob dan Polisi memperketat penjagaan didua titik kota Manokwari, pasca meninggalnya seorang pejasa ojek berinsial MK (38 th) yang di tikam rekan sesama pejasa ojek lainnya, atas unsur dugaan berebutan penumpang, bertempat di depan SD Yapis Manokwari, Rabu (20/3) sekira pukul 12.15 wit.

Sesuai pantauan gardapapua.com, situasi pengamanan ini dilakukan tepat di lampu Merah T.L haji bauw dan Wosi Manokwari.

Penjagaan ketat aparat bersenjata ini, dilakukan untuk mengantisipasi bentrokan antara kerabat korban dan salah satu kelompok warga masyarakat lainnya diseputaran wosi Manokwari.

Bahkan kerabat dan keluarga korban MK (38th) sempat melakukan aksi pemalangan sebanyak dua kali tepat di depan Yapis, namun berhasil dibuka oleh pihak kepolisian setelah polisi berjanji untuk segera menangkap pelaku.

Dimana ketegangan tidak hanya terjadi pada sore hari sekira pukul 16.00 wit. Terpantau pada pukul 20.30 wit, usai keluarga dan kerabat korban MK (38 th) dibawa untuk dimakamkan di TPU pasir putih, sekitar pukul 22.00 wit, kerabat korban langsung melakukan konfoi dan mendapat pengawalan dari polisi.

Aksi konfoi inilah yang dinilai berpotensi menimbulkan keributan, sehingga pihak kepolisian yang dipimpin oleh Kapolsek Kota, AKP Zawal Halim mengalihkan konfoi masa untuk melewati jalan pahlawan, karena dikhawatirkan jika masa melewati jalan trikora maka akan terjadi keributan antara kedua kelompok warga baik dari almarhum MK (38 th) dan warga masyarakat dari pelaku penikaman tersebut.

Sempat terjadi ketegangan antara kerabat korban dengan pihak keamanan. metegangan terjadi menyusul pihak kerabat korban berisikeras untuk melakukan penyerangan terhadap salah satu kelompok warga dari pelaku penikaman MK (38 th) namun aksi tersebut berhasil diredam oleh polisi yang dibantu oleh brimob.

Hingga pukul 00.22 wit memasuki Kamis (21/3) dinihari, aparat gabungan masih bersiaga mulai dari lampu merah haji bauw, wosi, Manokwari, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bentrokan masa. [KK/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *