Natal Oikumene Polda PB, Kapolda Rodja Ingatkan Anggota Polri Mereformasi Diri

MANOKWARI, gardapapua.com — Ratusan jemaat dari jajaran Anggota Polri di Mapolda Papua Barat mengikuti rangkaian Ibadah Natal dan Tahun Baru 2018/2019 Oikumene di Gedung Gereja Oikumene, Mapolda Papua Barat, Kamis (10/1/2019).

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs Rudolf Albert Rodja dalam amanatnya mengatakan, merasa bangga karena kesempatan melaksanakan rangkaian ibadah oikumene ini sebagai cermin atau karakter dari umat yang percaya kepada ALLAH agar toleran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang mana perbedaan itu sebagai satu kesatuan, dapat diwujudkan nyatakan dalam tugas tanggung jawab.

” Saya merasa bangga karena panitia dapat melaksanakan dan menyiapkan serangkaian ibadah ini sebaik mungkin dalam waktu singkat, serta boleh terlaksana dengan keadaan damai dan tenteram,”Ucap Kapolda Brigjen Pol Drs Rudolf A Rodja.

Kapolda Brigjen Pol Drs. Rudolf Rodja, mengikuti Ibadah natal Oikumene.

Kapolda Rodja mengatakan, pelaksanaan natal oikumene ini dilaksanakan untuk menunjukan jajaran Polri semakin menjunjung tinggi persatuan dan kebersamaan antar umat beragama.

Selain itu, Jajaran Polri harus semakin mereformasi diri dan berupaya agar apa yang menjadi amanah Undang – Undang kepolisian nomor 2 tahun 2002. Ini agar Visi Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya) Polri dapat dan sungguh – sungguh dibutikan.

” Kita harus mampu mereformasi diri dengan baik, membumikan visi promoter meyakinkan kita semua bahwa polisi pun bisa berubah ke arah yang lebih baik dalam segala bentuk dan pengertiannya,”Imbuhnya

Ibadah natal ini merupakan pembinaan satu program binrohtal wujud pembinaan mental rohani Polda Papua Barat. Selain meningkatkan profesionalisme juga ditunjang dengan kekuatan Iman.

Kapolda Rodja saat sambutan.

Kapolda Rodja turut mengajak untuk selalu mengucapkan syukur atas yang diberikan Tuhan, termasuk bersyukur karena bisa berkumpul dan mengikuti perayaan natal Polda Papua Barat.

” Di tahun yang baru kita menjadi lebih kuat lebih semangat dalam melayani masyarakat. Perayaan natal oikumene tahun ini di gelar secara sederhana, kendati demikian bukan kemewahan yang kita ingin cari, tapi isi dan makna dari pelayanan tersebut,”Tandasnya. [ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *