Kapolda Rodja : Tak Pungkiri Masih Ada Anggota Polri Tukang Pukul Istri dan Selingkuh

Klik Tautan Dibawah Ini, Simak Selengkapnya :

 

MANOKWARI, gardapapua.com — Kapolda Papua Barat Drs. Rudolf Albert Rodja mengatakan, dirinya selaku pimpinan di jajaran Polda Papua Barat tak menampik masih adanya Oknum anggota Polri yang Tak setia dengan pasangan hidupnya serta kerap mengabaikan tanggung jawabnya selaku pengayom keluarga.

Ini diungkapkan Kapolda Rodja, disela sambutan dan Amanatnya kepada sekitar 365 anggota Polri dengan Pangkat Baru periode 1 Januari 2019, senin (31/12/2018) kemarin, yang mana dari 365 anggota itu, 3 orang anggota polri Pejabat Utama Polda Papua Barat.

Terdiri dari 363 orang kenaikan pangkat reguler dan 2 personel mengalami kenaikan pangkat pengabdian. Dimana sebanyak 6 orang berasal dari kalangan perwira menengah, 38 perwira pertama, 320 Brigadir dan 1 orang Tamtama.

” Karena kita tidak bisa mempungkiri keadaan dan menipu diri kita sendiri masih ada anggota yang menelentarakan istrinya, istrinya dianiaya, istrinya dalam keadaan cacatpun diperintah bekerja, istrinya sakit yang tidak berdaya juga masih dipukulin,”Sebut Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs Rudolf Albert Rodja, Senin (31/1/2018) kemarin.

Sehingga, terkait perselingkuhan dan kekerasan kepada keluarga, ia mengklaim telah mengingatkan anggotanya di setiap kesempatan, dan memerintahkan Propam Polda Papua Barat untuk memetakannya.

Ini juga terbukti, dari data yang di rangkum, hingga akhir tahun 2018 ini pada jajaran Polda Papua Barat mencatat, berdasarkan putusan sidang kode etik profesi tahun 2018 tercatat telah ditangani sebanyak 29 kasus. Terdiri permintaan maaf 8 kasus, PTDH 3 kasus, mutasi demosi 7 kasus, dan perbuatan tercela 11 kasus.

” Ini kita masih dapati di jajaran Polda Papua Barat ini, saya sudah ingatkan kepada Pak Kabid Propam tolong dipetakan dan dilihat, supaya jangan ada anggota seperti itu lagi,”Tegasnya

Apalagi bagi rentetan oknum Anggota Polri yang disaat menikah masih berpangkat Bripda atau berada dalam keadaan susah ekonominya.

” Rata – rata itu saat masih susah mereka menikah, dan saat itu berubah dan pangkatnya telah naik atau ekonominya berubah kerap ia lebih memilih wanita lain untuk menikmati hasilnya ketimbang istri sahnya, ini yang sangat di sayangkan,”Cetus Kapolda Rodja.

Kapolda Rodja Juga meminta bagian SDM Polda Papua Barat agar dapat turut memperhatikan pasutri Anggota Polri yang juga pasangannya baik Suami maupun Istrinya adalah sama – sama anggota Polri.

” SDM Saya melihat polri ada istrinya Polwan tugasnya berjauhan. Kalau bisa biar tidak satu kantor tetapi bisa dinareal tugas daerah yang sama ditempatkan supaya kita menghindari hal – hal yang tidak kita inginkan,”Imbuhnya. [ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *