Tiga Unsur Pimpinan Papua Barat Kompak Ambil Apel Bersama Atasi Bencana

MANOKWARI, gardapapua.com — Komitmen melaksanakan wujud kepedulian tingkatan wawasan pengetahuan terhadap aksi kemanusian guna menghadapi bahaya serta ancaman bencana, Tiga (3) unsur Pimpinan Di Papua Barat nyatakan sikap melalui pengambilan apel bersama.

Tiga Pemimpin tersebut antara lain Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, Pangdam XVIII Kasuari Mayor Jenderal TNI Joppye Onesimus Wayangkau dan Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs Rudolf A Rodja turut mengambil Apel bersamaan dalam rangka Latihan Terpadu Penanggulangan Bencana Alam Tahun Anggaran 2018, di Lapangan Adpel utama Kodim XVIII Kasuari Papua Barat, Rabu (7/11/2018) pagi.

Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan saat mengawali sambutannya mengatakan, Satugan Tugas yang terbentuk atas gabungan 3 unsur yakni Pemerintah, Kepolisian dan Angkatan Darat (TNI) di Papua Barat yang disebut “Satgas Gabungan Terpadu Papua Barat” diharapkan kedepan mampu melaksanakan penanggulangan bencana Akibat Gempa Bumi, Tsunami dan Tanah Longsor di Wilayah Provinsi Papua Barat secara Profesional, Kuat, dan Bijak dalam tindakan.

” Gladi apel terpadu yang digelar ini merupakan langkah – langkah kesiapsiagaan secara terencana dan terpadu. Melalui ini diharapkan papua barat semakin dini dalam mencegah dan mengatasi kemungkinan terburuk dari dampak bencana ketika terjadi,”Ucap Gubernur

Penyelenggaraan Penanggulangan bencana yang dilaksanakan peraturan Gubernur Nomor 40 Tahun 2014 tentang petunjuk pelaksanaan penyelenggaraan penanggulangan bencana provinsi Papua Barat sebagai amanat pelaksanaan UU Nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangab bencana serta peraturan lain yang terkait dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan kondisi wilayah Papua Barat secara Geografis, Geologis, Klimatologis, hidrologis, Demografis rawan terhadap bencana alam dan bencana non alam.

” Bencana alam Seperti Gempa Bumi, Tsunami, Banjir, Tanah Longsor, Kebakaran, Kekeringan. Non alam seperti Wabah penyakit, dan konflik sosial yang berdampak pada timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kehilangan harta benda dan dampak psikologis. Hal seperti inilah yang wajib di pahami dan dilakukan baik oleh anggota tim satgas terpadu,”Imbuhnya

Sehingga melalui semua komponen SDM yang terlatih dan terampil dan telah terkordinasi antar semua aktor, sipil, TNU, Polri, Masyarakat dan Dunia Usaha dapat membentuk ketangguhan daerah Provinsi Papua Barat yang lebih baik dan profesional. [ian]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *