DaerahGarda Papua BaratGarda Teluk BintuniHeadline newsNasionalRegionalUncategorized

Kebocoran Pipa Air Proyek BWS Papua Barat Rusaki Badan Jalan di Teluk Bintuni, Ini Kata Plt. Dinas PUPR 

TELUK BINTUNI, gardapapua.com – Kebocoran pipa air pada proyek pembangunan program Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat, menyebabkan badan Jalan di dua jalur yang terletak di depan Kampung Idut, Distrik Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni rusak parah.

Pantauan di lapangan menunjukkan air terus mengalir deras dari titik kebocoran pipa proyek. Akibatnya, badan jalan sepanjang kurang lebih 15 meter mengalami amblas dan berlubang.

Pemicu kerusakan hingga mulai ambles pada lapisan aspal yang terkelupas diduga karena tekanan air terus keluar akibat kebocoran pipa proyek BWS Papua Barat yang berada di bawah permukaan jalan.

Terkait itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Teluk Bintuni, Jonater Nadeak, saat dikonfrimasi mengatakan, bahwa pihaknya telah menindaklanjuti persoalan tersebut atas arahan Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy.

Dimana saat itu, lintas Koordinasi langsung dengan pihak BWS Papua Barat telah dilakukan di Manokwari beberapa hari lalu agar kebocoran pipa yang dilaporkan, BWS Papua Barat dapat memanggil pihak pelaksana proyek tersebut.

“Jadi kami sudah bertemu dengan pihak BWS Papua Barat di Manokwari. Jawaban dari mereka, kebocoran pipa itu segera diperbaiki,”Ucap Jonater saat ditemui wartawan di kediamannya di SP 5, Distrik Bintuni Timur, pada Minggu (14/5/2026).

Secara teknis, Jonater menjelaskan bahwa aspal jalan tersusun dari campuran bitumen sebagai bahan pengikat serta agregat seperti batu pecah, pasir, dan filler yang diproses melalui sistem hotmix. Material tersebut dirancang kuat, kedap air, dan mampu menahan beban kendaraan.

Namun, apabila terus-menerus terpapar tekanan air dari bawah permukaan, struktur jalan berpotensi mengalami kerusakan serius. Karena itu, ia menegaskan penanganan harus segera dilakukan agar kerusakan tidak semakin parah dan membahayakan pengguna jalan.

“Kami juga sudah memasang rambu-rambu peringatan di lokasi agar masyarakat yang melintas lebih berhati-hati sambil menunggu proses perbaikan dilakukan,” tambahnya.

Salah satu pengendara, yang juga warga kampung sekitar, M. Muhamad mengeluhkan kondisi jalan yang semakin parah. “Ini sangat berbahaya, bila dibiarkan,”Katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada perbaikan dari pihak pelaksana. Namun hasil koordinasi bersama petugas dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat saat dikonfirmasi mengapresiasi dan menerima laporan warga untuk kemudian akan ditindaklanjuti.

Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni berharap pihak BWS Papua Barat segera merealisasikan perbaikan pipa bocor tersebut agar kerusakan badan jalan tidak meluas. [TIM/RED]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *