Lapas Kaimana Gelar Bakti Pemasyarakatan dan Deklarasi Zero Halinar
KAIMANA, gardapapua.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kaimana, Papua Barat, diketahui aktif menggelar kegiatan Bakti Pemasyarakatan Tahun 2026 sebagai bentuk pembinaan sekaligus pelayanan sosial kepada warga binaan dan petugas pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas III Kaimana, Yoseph S. Rumbiak, menegaskan kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan kemasyarakatan yang menekankan aspek kesehatan, kebersamaan, serta peningkatan disiplin di lingkungan lapas.
“Dalam Bakti Pemasyarakatan ini kami melaksanakan kegiatan sosial berupa pemeriksaan kesehatan lengkap serta donor darah yang diikuti warga binaan maupun petugas,”Ucap Kalapas Yoseph saat memberikan keterangan, pada Kamis (17/4/2026), di halaman stand pameran GOR Kaimana.
Selain kegiatan sosial, pihak lapas juga menggelar berbagai pertandingan internal guna mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan. Kegiatan tersebut meliputi lomba futsal gawang mini, pertandingan catur, serta permainan kartu song yang dilaksanakan secara sportif di dalam lingkungan lapas.
Menurut Yoseph, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga bagian dari pembinaan mental dan sosial bagi warga binaan agar tetap aktif serta menjunjung nilai kebersamaan.
Adapun dalam rangkaian Bakti Pemasyarakatan, Lapas Kaimana juga melaksanakan deklarasi Zero Halinar sesuai arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang dilakukan serentak oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lapas dan Rutan di seluruh Indonesia pada 20 April 2026.
Deklarasi tersebut melibatkan seluruh petugas dan warga binaan sebagai komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, pungutan liar, serta peredaran narkoba.
“Kami menegaskan komitmen menuju lapas yang benar-benar bebas dari penggunaan handphone ilegal, praktik pungli, maupun peredaran narkoba di dalam lapas,”Tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus mengingatkan warga binaan agar mematuhi tata tertib dan tidak melakukan pelanggaran, baik secara lisan maupun tertulis, demi terciptanya keamanan dan ketertiban di dalam lembaga pemasyarakatan.
Melalui kegiatan Bakti Pemasyarakatan ini, Lapas Kaimana berharap pembinaan warga binaan berjalan lebih humanis, produktif, dan berorientasi pada perubahan perilaku menuju reintegrasi sosial yang lebih baik di masyarakat. [JO/RED]
