DaerahGarda KaimanaGarda Papua BaratInfo Ekobiez

Sektor Ketahanan Pangan Kaimana di Tahun 2025 Capai Target 

KAIMANA, gardapapua.com — Pemerintah Kabupaten Kaimana, Papua Barat, mencatat capaian positif sektor ketahanan pangan sepanjang tahun 2025. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, terkait indikator kinerja yang telah dilaksanakan pemerintah daerah.

Alexander menjelaskan, salah satu indikator utama ketahanan pangan daerah diukur melalui Skor Pola Pangan Harapan (PPH), yakni indikator yang menilai keseimbangan konsumsi pangan masyarakat berdasarkan kebutuhan gizi harian.

“Target skor pola pangan harapan kita berada di angka 80-an, namun realisasinya bisa mencapai hampir 100 persen. Artinya kondisi pemenuhan pangan masyarakat di Kaimana tergolong sangat baik,”Ujarnya.

Ia menerangkan, pengukuran skor tersebut dilakukan berdasarkan pola konsumsi keluarga sehari-hari, meliputi keseimbangan asupan protein, lemak, dan karbohidrat. Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas masyarakat telah memenuhi standar konsumsi pangan bergizi.

Meski demikian, Alexander mengakui masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang belum sepenuhnya mencapai standar ideal. Namun secara umum, status ketahanan pangan Kabupaten Kaimana dinilai berada pada kategori baik.

Selain indikator konsumsi pangan, peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) juga menjadi parameter penting yang menunjukkan adanya penguatan ekonomi rumah tangga petani.

“Nilai tukar petani kita sangat baik. Ini menandakan ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya petani, ikut meningkat. Ketahanan ekonomi ini sangat berkaitan langsung dengan ketahanan pangan,”Jelasnya.

Data kesejahteraan tingkat provinsi, lanjut Alexander, juga memperlihatkan Kabupaten Kaimana berada pada kategori tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggi di Papua Barat. Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat memiliki kemampuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Dalam upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan, pemerintah daerah terus menjalankan berbagai program tahunan, salah satunya melalui kegiatan lomba pengolahan pangan lokal. Program tersebut bertujuan membiasakan masyarakat memanfaatkan bahan pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman dikonsumsi.

Selain itu, pemerintah juga mendorong masyarakat menyediakan pangan segar secara mandiri di tingkat rumah tangga sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga.

Alexander menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada produksi pertanian semata, tetapi juga dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi masyarakat.

“Kalau pendapatan masyarakat baik, maka mereka memiliki kemampuan untuk membeli dan mencukupi kebutuhan pangannya. Karena itu, ketahanan pangan petani harus berjalan seiring dengan ketahanan ekonomi petani,”Katanya.

Pemerintah Kabupaten Kaimana berharap sinergi antara peningkatan produksi pertanian, penguatan ekonomi masyarakat, serta pemanfaatan pangan lokal dapat terus menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. [JO/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *