Kaimana Siap Jadi Sentra Pala Nasional Mendatang, Ini Kata Alexander Furay
KAIMANA, gardapapua.com — Pemerintah Kabupaten Kaimana terus mendorong pengembangan komoditas pala sebagai sektor unggulan daerah melalui program pertanian skala besar yang diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, mengatakan bahwa pengembangan pala telah dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu program strategis pemerintah daerah.
Menurutnya, hingga saat ini luas lahan pala di Kabupaten Kaimana tercatat mencapai sekitar 13.000 hektare. Dari total tersebut, hampir setengahnya telah memasuki masa produksi aktif.
“Pengembangan pala ini memang dilakukan dalam skala besar dan berjalan rutin sampai sekarang. Dari luas area yang ada, sebagian besar sudah mulai menghasilkan,”Ujar Alexander saat ditemui, pada Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, produksi pala Kaimana dalam dua tahun terakhir diperkirakan mencapai sekitar 1.000 ton atau setara dengan satu juta kilogram. Angka tersebut dinilai cukup signifikan bagi daerah dengan potensi pertanian kepulauan seperti Kaimana.
Dengan harga jual pala yang bervariasi antara Rp.30.000 hingga Rp.40.000 per kilogram, perputaran ekonomi yang dihasilkan komoditas tersebut diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah setiap tahunnya.
“Kalau dihitung sederhana, satu juta kilogram dikalikan harga rata-rata Rp.40 ribu, maka uang yang beredar bisa mencapai sekitar Rp.40 sampai Rp.60 miliar. Itu merupakan aliran uang dari luar daerah yang masuk langsung ke masyarakat,”Jelasnya.
Meski demikian, Alexander mengakui kontribusi langsung sektor pala terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih belum terukur secara maksimal, terutama terkait mekanisme retribusi maupun pajak dari aktivitas perdagangan pala.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa dampak ekonomi nyata sudah dirasakan masyarakat karena meningkatnya aktivitas perdagangan dan pengiriman hasil pala ke berbagai daerah.
Pemerintah daerah, lanjutnya, menargetkan melalui penguatan program pengembangan pala serta dukungan kebijakan pembangunan kampung, termasuk program “Satu Miliar Satu Kampung”, Kabupaten Kaimana dapat menjadi sentra pala nasional pada periode 2030 hingga 2035.
“Proyeksinya sangat memungkinkan jika program berjalan konsisten. Saat ini berdasarkan data nasional, luas area dan produksi pala Kaimana sudah berada pada posisi tiga hingga empat terbesar di Papua Barat,”Ungkapnya. [JO/RED]
