Tuai Protes, Hingga Minta Bahlil Lahadalia ‘Netral’, Munas HIPMI di Skors

SOLO, gardapapua.com — Unsur Pimpinan Sidang dalam Musyawarah Nasional atau Munas ke-XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) hari kedua, pada selasa (22/11) yang di gelar di hotel Alila, kota Solo, Jawa Tengah, masih menerima banyak tuaian protes dari para peserta sidang.

Alhasil, sidang pleno berdasarkan keputusan quorum peserta Sidang Munas tersebut, telah dua kali di Skors dan molor pelaksanannya dari jadwal yang telah ditetapkan oleh Panitia Pengarah (SC) dan Panitia Pelaksana (OC).

Para peserta juga dibuat geram, atas beberapa Pernyataan Ketua Dewan Pembina Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia yang ingin mengurangi jumlah peserta peninjau, hingga dugaan intimidasi melalui banyaknya aparat kepolisian yang berada di dalam ruangan sidang atas persetujuannya, mengindikasikan keberpihakannya kepada calon tertentu.

Salah satu protes itu dilayangkan, oleh Ketua Umum BPC Tambrauw, Papua Barat, Hermanus Syufi dalam kesempatan tersebut.

“Terima kasih pimpinan sidang, Bang Bahlil, Adik juga alumni kota studi Jayapura sama seperti abang, ini pertama. Kedua, HIPMI adalah milik kita bersama. Karena itu Abang dengan semua senior dalam ruangan ini saya minta dengan tegas harus netral. Tidak boleh memberikan arahan yang memihak kepada 1 orang atau oknum tertentu. Itu tidak boleh. Saya juga minta Panitia untuk mensterilisasi ruangan pleno ini. Ini sudah terlalu banyak sekali kepolisian. Ini Munas HIPMI, ini bukan Munas Kepolisian, ini bukan Musyawarah Polri. Kami tidak mungkin kacau dalam ruang sidang ini, jadi mohon untuk jaga diluar saja, ini intimidasi namanya,”Tegas Ketum BPC Hermanus Syufi, yang hadir di arena pleno tersebut.

Hal senada lainnya juga datang dari Wakil Ketua Umum (WKU) BPD HIPMI Papua Barat Mafa Uswanas, didampingi BPC HIPMI Kabupaten Fak-fak, Muhammad Nanang Mao, mengharapkan agar kiranya semua keputusan yang diambil harus selalu diusahakan secara musyawarah untuk mencapai mufakat, dan tentunya berjalan baik tanpa adanya keberpihakan, sebagaimana tertuang dalam AD/ART dan Tata Tertib Munas HIPMI ke XVII.

Apalagi dugaan keberpihakan datang dari seorang Dewan Pembina HIPMI, dan Unsur Pimpinan Sidang itu sendiri.

“Kami ingin Munas kali ini bisa berjalan alot dan sesuai mekanisme. Tujuannya, agar kita bisa mendapatkan sosok figur pemimpin yang ideal bagi HIPMI ke depan dan membangkitkan marwah pejuang pengusaha muda yang hebat untuk indonesia,”Ucap Ketua BPC Fakfak, Muhammad Nanang Mao.

Selain itu, dari hasil Munas HIPMI ke -XVII ini penting dan berkenaan untuk melahirkan entrepreneur muda yang lebih hebat, dalam kehidupan bernegara dan berbangsa Indonesia.

Diketahui kembali, HIPMI menggelar Acara Munas ke – XVII itu bertempat di Hotel Alila, Solo, Jateng, pada 21-23 November 2022.

Kesempatan itu, ada tiga Calon ketua umum (Caketum) BPP HIPMI yang akan berkontestasi pada Munas kali ini. Mereka adalah Akbar Himawan Buchari (AHB), dengan nomor urut 01 lalu Anggawira selaku Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI, nomor urut 03 serta Bagas Adhadirgha, selaku Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, dengan nomor urut 02. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *