Jaring Aspirasi Anggota MRP-PB, Terima Laporan Kasus Lem Aibon

KAIMANA, gardapapua.com — Anggota MRP Pokja Agama Dulhamidin Furu dan Ismail Watora (Pokja Adat) merespon secara baik, beberapa masukan dan laporan Masyarakat terkait banyaknya anak -anak usia dini yang terlibat atau terjerat dengan kebiasan mengkonsumsi Lem Aibon dengan cara dicium.

Demikian itu, diungkapkan oleh salah satu guru di Kaimana, saat mengharapkan agar mestinya hal – hal seperti ini mendapat perhatian Pemerintah untuj menyelamatkan generasi muda di tanah papua, khususnya di Kaimana.

“Masih ada kami temukan anak anak kita yang mencium Lem Aibon saya sudah sampaikan namun belum adanya langkah cepat melakukan isolasi atau pembinaan khusus terhadap,”Ujar Salah Ibu Guru Nurhayati kepada Anggota Majelis Rakyat Papua(MRP) keterwakilan Kaimana dari Pokja Agama dan Pokja Adat, saat melakukan program jaring Aspirasi masyarakat ke II TA 2022.

Menurut Nurhayati, Ketahun adanya anak usia produktif mengkonsumsi Zat berbahaya tersebut setelah pihaknya, kerap mendapati beberapa anak -anak yang suka mengambil lem di salah satu ruang sekolah, untuk dihirup / dicium.

” Ini saya sendiri temukan, saya sangat prihatin karena yang mengkonsumsi ini adlah anak anak Papua yang adalah usia produktif, dan ini sudah saya sampaikan, dan melalui jaring aspirasi dari MRP ini saya rasa bersyukur bisa menyampaikan langsung kepada bapak bapak Anggota MRP Papua Barat,”Tambah Nurhayati lagi.

Menanggapi hal itu, Anggota MRP Pokja Agama Dulhamidin Furu dan Ismail Watora (Pokja Adat) merespon secara baik, dan mengkoordinasikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti hal dimaksud kepada pemerintah daerah.

” Bukan disini saja, kasus menghisap lem Aibon ini, kasusnya juga sama dengan dibeberapa daerah, contohnya di Manokwari, itu ad, tetapi sudah secara bersama dilakukan pembinaan agar mereka tida lagi melakukan hal yang sama, dan ini akan Kamis sampaikan agar juga menjadi perhatian serius,”Tambahnya. [JO/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *