Cegah Banjir, Masyarakat Distrik Senopi Normalisasi Aliran Air Secara Swadaya

FEF, gardapapua.com —- Warga di dua distrik pada wilayah pemerintahan daerah Kabupaten Tambrauw, pasca banjir bandang melanda beberapa waktu lalu kini secara swadaya melakukan kerja bakti menormalisasi sungai dan saluran air menyusul banjir besar yang melanda wilayah tersebut.

Demikian hal ini, disampaikan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tambrauw dalam hal ini wakil ketua II Yosep Airai.

Persoalan banjir di dua Wilayah Distrik itu yakni Distrik Senopi dan Distrik Irires, sebelumnya mengakibatkan puluhan rumah warga terendam banjir. Terkait itu, Yosep Airai, menghimbau agar Pimpinan Daerah di Kabupaten Tambrauw, dan instansi teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus duduk bersama untuk membahas persoalan banjir tersebut.

Adapun gotong royong menormalisasi saluran air yang menjadi penyebab banjir secara swadaya ini dilakukan dengan menyewa alat berat jenis eksavator milik salah satu kontraktor setempat.

“Ini tentu upaya warga itu untuk mengatasi banjir ke depan. Jadi harapannya Pemerintah Daerah melalui OPD terkait tolong sikapi hal ini segera,” Ujar Yosep Airai.

Lanjut dia, normalisasi aliran air tersebut secara swadaya dilakukan untuk mengalihkan arus kali Ambuak dan Kamundan.

” arus kali ambuak dan sungai kamundan di distrik senopi kemarin mengakibatkan bencana banjir bandang melanda distrik senopi pada tgl 22 Februari 2022 merupakan bencana alam yang kesekian kalinya. Namun tidak ada respon dari perintah kabupaten tambrauw maupun provinsi Papua barat, serta OPD terkait,”Bebernya

Seperti diketahui, Distrik Senopi diapit oleh 4 sungai besar. Yaitu sungai kamundan, sungai api, kali arapi dan kali ambuak. “Kami menunggu namun tidak ada respon maka sekarang secara swadaya kami minta bantuan eksavator untuk membantu mengalikan beberapa aliran air sungai tersebut,” Terangnya

“Kami sangat mengharapkan Pemda kabupaten tambrauw dan provinsi Papua barat untuk membantu mengatasi kami dari bencana ini,” Tambahnya.

Yosep juga berharap, agar kiranya dari bencana alam seperti bencana banjir ini tidak diabaikan begitu saja oleh pemerintah daerah, dan kepada OPD terkait agar segera melakukan kajian yang baik terkait bagaimana mencari solusi agar pembangunan terhadap normalisasi sungai bukan sekedar saja dilakukan, namun asas manfaatnya harus ada dan berdampak kepada masyarakat. [FR/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *