Tingkatkan Profesionalitas Pencatatan Pelaporan LAKA, Subdit Ditgakkum Korlantas Polri Gelar Pelatihan dan Sosialisasi Aplikasi ICELL

MANOKWARI, gardapapua.com — Dalam rangka meningkatkan proses pelaporan kecelakaan lalu lintas (LAKA) dapat dengan cepat dan akurat di respon agar kemudian selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan baik ke Direktorat Lalu Lintas maupun ke Korlantas, secara transparan dan masif, Korlantas Polri kedepannya akan mengimplementasikan penerapan Aplikasi Sidik Laka Lantas ICELL ( Informasi Cepat Lalu Lintas ).

Demikian diungkapkan oleh Subdit Ditgakkum Korlantas Polri saat menggelar pelatihan dan sosialisasi aplikasi sidik lantas ICELL (Informasi Cepat Lalu Lintas) Tahun Anggaran 2021.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh DirGakkum Korlantas Polri Brigjend Pol Drs. Aan Suhanan M.Si, yang dihadiri oleh peserta seluruh kanit gakum seluruh polda jajaran yang dihadiri oleh 107 peserta dan 500 peserta mengikuti melalui virtual zoom yang digelar di Ballroom Favehotel, Jakarta, Selasa (14/12/2021).

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan mengatakan, tentu aplikasi ini hadir untuk meningkatkan pelayanan Polri, khususnya di Direktorat Gakkum karena semua aplikasi yang ada saat ini berbasis teknologi informasi.

“Tentu aplikasi ini hadir untuk meningkatkan pelayanan Polri, khususnya Direktorat Gakkum karena semua aplikasi yang ada saat ini berbasis teknologi informasi, dan saat ini di era 4.0 semua pelayanan apapun itu berbasis IT, kalau kita tidak mengikuti era ini, kita akan tertinggal,”Ujar Dirgakkum dalam sambutannya membuka kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi ICELL.

Dimama dalam aplikasi ini dapat memonitor jumlah kecelakaan lalu lintas dan penyelesaiannya perkara yang di tangani. Selain itu, pengoperasionalisasi aplikasi ini dapat memastikan agar setiap anggota bertindak profesional dalam menangani kasus kecelakaan lalu lintas.

Dirgakkum berharap melalui aplikasi ICELL yang terkoneksi dengan IRSMS (Integrated Road Safety Management System) ini bisa menggambarkan kecelakaan lalu lintas yang sebenarnya, serta dapat menentukan titik-titik blackspot atau daerah rawan kecelakaan sehingga menjadi bahan untuk evaluasi untuk menekan angka kecelakaan dan pelanggaran. Adapun mewakili peserta dari papua barat yajni Kanit Gakum, Ipda Kusdianto. [Rls/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *