Soal Pemberian Nama RSUD Provinsi, Gubernur Papua Barat Diminta Untuk ‘Jangan Seperti Kacang Lupa Kulit’

MANOKWARI, gardapapua.com — Sosok alrmahum Jimmy Demianus Ijie merupakan sosok tokoh politik anak asli Maybrat, Papua Barat, dikenal sebagai sosok yang berkarisma.

Merupakan tokoh sentral yang berjuang dalam melahirkan Provinsi Papua Barat (Irian Jaya Barat), dan satu – satunya politisi putra Papua Barat pertama yang berhasil menjadi anggota DPR RI, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), serta beberapa prestasi lainnya kepada masyarakat, patut untuk diberikan apresiasi dan penghargaan.

Terkait akan itu, Wakil Ketua PDI-Perjuangan Kota Sorong bidang Hukum dan Ham, Yosep Titirlolobi angkat bicara.

Melalui siaran persnya, Sabtu (31/7), Yosep Titirlobi, SH, yang juga selaku Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Papua Optimis (Gerimis) menyesalkan bilamana, perjuangan seorang Alm. Jimmy Demianus Ijie, tidak mendapatkan penghargaan sebagai tokoh pejuang pemekaran papua barat, oleh Pemerintah Papua Barat.

Yoseph lalu mengkritisi pernyataan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, terkait rencana pengabadian Jimmy Demianus Ijie sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Papua Barat, masih perlu kajian dan perlu pertimbangan.

Menanggapi itu, Yoseph Tirirlobi,SH, yang juga merupakan Staf Ahli Anggota DPR – RI dari mendiang Almarhum Jimmy Demianus Ijie, meminta Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, agar jangan menjadi figur yang terkesan ‘Kacang Lupa Kulit’.

Dimana pernyataan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan terkait pemberian nama Jimmy Demianus Ijie sebagai sebutan di salah satu RSUD Papua Barat tidak boleh dilakukan sepihak adalah suatu hal yang bila difatalkan, akan merambat kepada persoalan dan pembenaran bahwa Pemerintah Papua Barat, tidak bisa untuk menghormati jasa para tokoh – tokoh pejuang politik yang benar – benar berjuang pada masanya untuk menghadirkan dan membesarkan nama Bumi Kasuari, Provinsi Papua Barat (Irian Jaya Barat).

“Menurut saya, apa yang dikatakan Gubernur Papua Barat tersebut, sangat melukai masyarakat Sorong Raya, khususnya warga Kabupaten Maybrat,”Ujar Yosep Titirlobi,SH

Dalam rilisnya, Yoseph Titirlobi,SH, juga menilai Gubernur Papua Barat seperti orang yang tidak mengetahui cara berterima kasih atas perjuangan dan jasa-jasanya almarhum mendiang Jimmy Demianus Ijie sebagai aktor dalam melahirkan Provinsi ini yang dulu bernama Irian Jaya Barat dan sekarang bernama Papua Barat.

“Ini tandanya Gubenur adalah seorang pemimpin yang plin – plan dalam mengambil suatu keputusan, apa lagi Gubenur mengatakan bahwa untuk pemberian nama tokoh kepada fasilitas Public harus mempertimbangkan semua sektor terkait, menurut saya apa yang dikatakan Gubernur itu tidak benar, mengingat RSUD tanahnya sudah dibeli oleh Pemprov jadi tidak perlu meminta ijin dari masyarakat sekitarnya, tetapi soal penentuan nama adalah hak Progratif Gubenur untuk menentukan,”Paparnya

“Bagi saya itukan keluarga baru usulkan di dalam sambutan saat dirumah duka. diterima atau tidak ya itu keputusan Gubernur bukan sebaliknya Gubenur mengatakan warga sekitar mungkin sudah memiliki nama khusus yang disiapkan. inikan jawaban yang kekanakan dan kalau saya melihat Gubenur Papua Barat seperti tidak ingin nama Jimmy Demianus Ijie di abadikan namanya Difasilitas Public di Provinsi Papua Barat atau jangan-jagan Gubernur juga ingin namanya tertera disitu,”Ucapnya menambahkan.

Selain itu, semua pihak juga tahu, bahwa sosok Almarhum Jimmy Demianus Ijie lah yang turut mendorong dan meminta kepada Bapak Dominggus Mandacan untuk maju sebagai Calon Gubernur untuk menggantikan almarhum mantan Gubernur Abraham O Ataruri. Atas hal tersebut, mestinya Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dapat menerima suatu usulan tersebut dengan baik, dan kemudian sebijaknya dapat memutuskan sebagai bentuk tanda jasa.

” Karena saat itu almarhum Jimmy Demianus Ijie ingin melihat putra terbaik asal Arfak harus memimpin Provinsi ini dan Itu dibuktikan dengan Jimmy Demianus Ijie menjadi ketua Tim pemenangan Dominggus-Lakatoni,”Tegas Yosep

Kata Yosep, Sedangkan mengenai nama RSUD dia lalu mencontohi Kabupaten Sorong dalam pemberiaan nama RSUD Kabupaten Sorong, atas permintaan keluarga almarhum Mantan Bupati Kabupaten Sorong 2 periode Bapak Jhon Piet Wanane. Dimana hal serupa pada saat pemakaman almarhum Jhon Piet Wanane karena dilihat jasanya almarhum dalam membangun Kabupaten Sorong, dan mempersiapkan Daerah Otonomi Baru di Sorong Raya dan Sumber Manusia di Wilayah Sorong, usulan ini mendapat respon positif dari Bupati Sorong dan pada saat sambutan Bupati pada saat pemakaman langsung secara spontan Bupati setuju tanpa harus meiminta pertimbangan dari pemilik hak ulayat atau warga disekitar RSUD.

Hal ini juga selaras dengan pemberian nama Jalan Brigjen Purn. Abraham O Atururi di lingkungan perkantoran Gubernur Papua Barat jadi tidak harus meminta persetujuan Masyarkat hak Ulayat. Gubernur Papua Barat Harus Bijak memposisikan Tokoh pemebentukan Provinsi Papua Barat dan Jangan ada diskriminatif terhadap tokoh kunci, level Jimmy Demianus Ijie sama dan Sejajar dengan Alm. Abraham Atururi sehingga kedua Tokoh ini layak di abadikan di Provinsi Papua Barat.

“Gubernur papua barat harus menggunakan kacamata ketokohan level Provinsi untuk mengabadikan mereka yang berjasa dalam mendirikan Provinsi Ini artinya mereka yang bejasa bagi kehadiran Provinsi ini itu yang namanya diabadikan agar para generasi Papua Barat mendatang tidak akan pernah melupakan sejarah berdirinya provinsi ini,”Kata Yosep

Sebaliknya jika level ketokohan lokal tingkat kabupaten manokwari, mereka itulah layak diabadikan pada setiap aset di lingkungan pemerintah kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Papua Barat.

Sebelumnya, Anggota DPD RI Dapil Papua Barat, Filep Wamafma, juga turut mengungkapkan jikalau sosok alrmahum Jimmy Demianus Ijie merupakan sosok yang luar biasa dan hebat.

Sehingga selaku Tokoh pemekaran Papua Barat atau yang dulu disebut Irian Jaya Barat maka pemerintah, sudah selaknya memberikan tempat istimewa bagi almarhum.

“Artinya harus dihargai dan dihormati sebagai seorang tokoh. Jangan sampai kita lupa bahwa di balik hadirnya provinsi ini ada orang- orang berjasa. maka kita berharap harus ada kepedulian pemerintah sebagai wujud tanda jasa. Sosok beliau tidak boleh dilupakan, namun harus dikenang sebagai salah satu tokoh pembentukan Provinsi Papua Barat,”Cetus Filep Wamafma. [TIM/RK/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *