MRPB: Aspirasi Masyarakat Adat Pegunungan Arfak Tetap Diperjuangkan

MANOKWARI, gardapapua.com — Apa yang menjadi cita-cita dan harapan masyarakat adat di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) yang disampaikan akan tetap diperhatikan dan perjuangkan sesuai dengan mekanisme yang ada.

Demikian kata Anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Nelce Nuham, menanggapi kritik dan saran soal penyerapan aspirasi dalam setiap masa reses dan kunjungan kerja ke tiap kabupaten.

“Pada intinya kami sudah kerja sesuai dengan tugas dan arahan pimpinan. Sehingga setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat itu kami tampung dan saring untuk kemudian kami perjuangkan sesuai dengan aturan yang ada,”Jelas Nuham kepada gardapapua.com, Jumat (18/06/2021).

Menurut Nuham, sebagai perempuan adat dari Pegaf dirinya tak bermasalah dengan adanya kritik dari pihak luar selagi itu adalah bentuk dari perhatian yang membangun.

ADVERTORIAL DISTRIK MERDEY

Ia tak menampik, bahwa justru kritik yang baik adalah penting untuk sebuah perubahan yang lebih baik pula. Dimana masyarakat adat Pegaf membutuhkan perubahan hidup yang lebih baik dari semua aspek.

Karenanya, dalam setiap kunjungan kerja atau reses ke setiap kampung setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dan apabila itu berhubungan langsung dengan tugas-tugas MRPB akan tetap ditindaklanjuti.

“Jadi terkait dengan aspirasi masyarakat kami sudah bekerja maksimal. Terakhir menerima aspirasi adalah pada bulan Mei kemarin, dan itu terkait dengan penerimaan casis Polri telah saya bicarakan dengan Sekretaris Daerah Pegaf Bapak Ever Dowansiba,”Bebernya.

Senada dengan itu, Anggota MRPB dari Unsur Adat, Sadi Towansiba menjelaskan soal kerja di masa reses, setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, MRPB langsung mencatat itu dan mambuat laporan untuk menindaklanjuti.

Ia menambahkan, dari semua aspirasi yang masuk, MRPB kemudian sinkronkan itu dengan program kerja di masa tugas yang baru untuk hasil yang lebih baik dan tepat sasaran.

Dengan begitu kata Sadi, tak ada aspirasi yang tak diperjuangkan. “Kami kunjungan kerja ke wilayah berarti itu kami kerja. Kalaupun ada yang belum membuahkan hasil bukan berarti kita gagal, tapi kita butuh strategi yang lebih baik lagi,” jelas Sadi Towansiba.

Sebelumnya, kedua anggota MRPB perwakilan Kabupaten Pegaf ini mengadakan kunjungan kerja pada bulan Mei lalu ke empat kampung di Distrik Minyabouw, yakni Kampung Awiybey, Aduer, Imbongguh dan Ncuwar. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *