Bangunan Semi Kopel di Fanindi Terbakar, ‘Wr Makan Riezky’ Ludes

MANOKWARI, gardapapua.com — Satu buah Warung Makan yang dikenal dengan nama ‘Riezky’, selasa malam ludes terbakar di poros Jalan Gg Salju, Fanindi, Manokwari.

Tempat Usaha Warung Makan ini, melekat pada bangunan semi kopel milik Agustono warga Fanindi, distrik manokwari barat, kabupaten Manokwari.

Bangunan semi kopel ini terdiri dari beberapa tempat usaha yakni Warung Makan, Kios dan Pangkas Rambut. meski tak menimbulkan korban jiwa atas peristiwa ini, namun sumber api yang berasal pertama kali dari meletupnya Gas di Warung Makan ‘Riezky’ menyebabkan kopel Warung Makan tersebut, serta salah satu kopel lainnya ludes dilahap ‘Si Jago Merah’ dalam sekejap. Sementara dua Tempat usaha lainnya yakni satu buah kios dan pangkas rambut beruntung tak terlahap api.

Berdasarkan informasi awal dan keterangan warga sekitar mengatakan, Peristiwa kebakaran terjadi pada hari selasa, (06/04/2021) sekira pukul 20.30 wit, malam.

” Rumah bangunan yang terbakar milik pak Agustono kebakaran. Api tadi berasal dari (kopel) warung makan, saya tadi kaget juga karena suara dari pangkas rambut ada api – api, kebakaran,”Ujar Ibu Aisyah Salah satu Saksi yang juga pemilik usaha kios di TKP, kepada Awak media.

Sementara sesuai pantauan langsung dilapangan, hingga pukul 22.00 wit, api telah berhasil dipadamkan. Ini setelah sebelumnya sekira hampir 1 jam lebih pasca kebakaran, 1 unit armada Damkar milik pemkab kabupaten Manokwari, dan 1 mobil BPBD, langsung bergegas mendatangi tempat terjadi kebakaran di bantu beberapa mobil tangki air serta warga sekitar untuk memadamkan sumber api tersebut.

Terpisah, salah satu korban Ibu Sumarti pemilik usaha Warung Makan, menjelaskan bahwa saat kejadian dirinya dalam posisi tengah berada di rumah kontrakannya yang terletak di belakang tempat usaha bangunan semi kopel tang disewanya.

Menurutnya, sesuai informasi awal warga kepadanya, saat itu, sumber api terlihat membesar pertama kali dari bagian kanan depan, Warung Makan tersebut. Dimana setelah dilakukan pengecekan posisi tersebut adalah tempat dimana ia sering meletakan 2 tabung gas, dan Minyak Tanah yang sering digunakan dalam kesehariannya dirumah makan tersebut.

“Iya ini saya baru saja beli minyak tanah seharga Rp. 1 juta rupiah, tadi yang meledak kayaknya tabung gas saya. Karena tadi waktu kejadian saya di rumah belakang ini. Padahal tadi sekira jam 4 sore tutup warung padahal sudah bersih – bersih dan sudah cek tidak ada seperti bau gas bocor, tapi malam sudah kejadian begini,”Ungkap Sumarti. [Ian/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *