Kementerian Pariwisata RI Sosialisasi KEK dan KUR di Raja Ampat

WAISAI, gardapapua.com — Kementerian Pariwisata RI Asisten Deputi (Asdep) Investasi Kementrian Pariwisata (Kemenpar), menggelar sosialisasi usulan program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Raja Ampat.

Kegiatan sosialisasi ini, berlangsung di Gedung wanita, Rabu (26/6/19) kemarin, diperuntukan bagi pelaku usaha pariwisata, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi baru serta berdaya saing, secara khusus di sektor pariwisata Kabupaten Raja Ampat.

Wakil Bupati Raja Ampat Manuel Piter Urbinas, S.Pi.,M.Si mengatakan, bahwa program KUR pariwisata sangatlah bagus untuk memperkuat modal, sekaligus memperluas akses pembiayaan kepada pelaku usaha, khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor kepariwisataan sehingga jumlah mitra upaya tingkatan industri wisata bertambah.

“Sosialisasi ini sangatlah penting supaya dapat wawasan, juga informasi yang bagus bagi para pelaku usaha pariwisata di Raja Ampat tentang syarat maupun ketentuan ajukan KUR. Kita berharap sesudah ini jumlah mitra dari pemerintah upaya peningkatan industri wisata tambah, dan mereka diberi kemudahan ajuan KUR yang jadi pelaksana program,”Ujarnya

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Investasi Destinasi Pariwisata Prioritas Kemenpar, Nurwan Hadiyono, SE,MM menjelaskan bahwa, pariwisata bagian daripada sektor unggulan atau andalan tingkat-kan pembangunan ekonomi nasional.

Dimana, terobosan berupa KEK diberbagai daerah diper-caya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi baru serta berdaya saing.

Sejauh ini, lanjut dia, KEK sudah dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia sesuai potensi demografis dan aksesibilitas kawasan. Di awal pengembangan, kurang lebih 50 daerah mengu -sulkan jadi KEK di antaranya, 4 KEK pariwisata yang diperuntuhkan untuk mendukung penyele-nggaraan usaha pariwisata. Empat KEK ini siap operasi berbagai untung.

“Harus diketahui, sektor pariwisata merupakan salah satu tercepat juga terbaik untuk pemasu-kan devisa negara, serta memperkuat ekonomi di Inonesia. Menteri telah membuat target agar berbagai daerah mangajukan wilayah masuk di KEK pariwisata. Hal ini agar tercipta pertumbu-han ekonomi baru di sektor pariwisata”, terang Hadiyono, kemarin siang.

Ia menambahkan, Raja Ampat memiliki potensi akses ekonomi yang cukup banyak. Bukan saja di topang perkebunan, tambang, perikanan tapi juga pariwisata serta budaya.

Jika dikelola baik akan jadi penghasil devisa yang prospek bagus pula. Untuk itu, skema KUR di harapkan UMKM dan koperasi sektor pariwisata mampu tumbuh jadi usaha berkelanjutan.

“Program KUR sektor pariwisata diatur didalam Peraturan Menteri Kordinator Bidang Perekono -mian (MKBP) No. 11 tahun 2017, jo Peraturan MKBP No. 8 tahun 2018 tentang pedoman KUR yaitu bertujuan tingkatkan dan perluas pembia-yaan usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing UMKM, serta dorong pertumbuhan ekonomi,”Pungkas Hadiyono [DM/Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *