RUPS Bank Papua Tahun 2021, Ini Beberapa Hal yang Dibahas

MANOKWARI, gardapapua.com — PT. Bank Pembangunan Daerah Papua menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan pada kamis (25/3/2021). Rapat ini berlangsung di Gedung PKK Papua Barat di Manokwari, Kamis (25/03/2021). Sebelumnya kegiatan ini direncanakan dilaksanakan di Merauke, Papua.

Dalam rapat RUPS Tahunan ini dihadiri, antara lain, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Sekda Papua Dance Yulian Flassy, Sekda Papua Barat Nataniel Mandacan, dan para kepala dan wakil kepala daerah di Papua dan Papua Barat sebagai pemegang saham.

Ada beberapa hal yang dibahas dan dipaparkan dalam Rapat tersebut, selain merupakan agenda rutin laporan keuangan dari Direksi Bank Papua kepada para pemegang saham.

Kabar menggembirakan yang berhasil dicapai Bank Papua adalah terkait laba yang berhasil diraup cukup baik. Itu setelah diaudit Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), turut dibeberkan dalam kesempatan RUPS tersebut.

“Kita tahu bersama Bank Papua Sejak beberapa tahun yang lalu dalam pengawasan OJK. Namun sejak tahun 2017 dengan pengurus yang baru, yang terus melalukan pembenahan dan intervensi mendalam sesuai rel aturannya bank papua semakin membaik. Ini dibuktikan ada satu grafik positif yang dilaksanakan Bank Papua hingga hari ini termasuk MPL, GSGnya, SDM dan juga Laba yang diperoleh walaupun dalam situasi covid-19 ditahun 2020. Namun puji Tuhan Bank Papua mendapat Laba setelah hasil Audit KKAP dan OJK. Dan hasil KKAP itulah yang kami laporkan kepada pemegang saham dan juga termasuk Laba yang diperoleh,”Kata Komisaris Utama Bank Papua, T.E.A Hery Dosinaen, dalam sambutannya.

Selain itu, dijelaskannya bahwa Bank Papua sudah memenuhi syarat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12 Tahun 2020, yang mewajibkan bank pembangunan daerah memiliki modal inti minimal Rp. 3 T pada 2024 mendatang.

Hal lainnya juga diharapkan dapat dilakukan oleh Bank Papua adalah terkait peningkatan pelayanan kepada masyarakat (nasabah). Apalagi sejak Kas umum Daerah Pemerintah Provinsi Papua Barat yang telah dialihkan dari BNI ke Bank Papua.

Itu diingatkan oleh Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan saat membacakan sambutan. Menurut Gubernur, tak mudah untuk pihaknya melakukan keputusan ini. Terlebih jika melihat beberapa latar belakangnya berdiri provinsi papua barat.

Namun tentu sikap dan kebijakan yang dilakukan adalah dalam rangka memberdayakan Bank Papua yang adalah milik kita bersama. Maka Pemda Provinsi Papua Barat ingin melihat dukungan yang diberikan kepada Bank Papua Ini semakin Nyata.

“Maka tentunya kami selaku para pemegang saham sangat berharap dengan semua kerja keras dari direksi sampai dengan pegawai bank papua yang ada dilini depan dapat memajukan fungsi dan tugasnya masing masing, demi kemajuan Bank Papua dapat melayani masyarakat lebih baik lagi,”Harap Gubernur Drs. Dominggus Mandacan

Sementara itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe, berharap seluruh kegiatan atau proyek yang berasal dari APBD provinsi nantinya untuk melakukan proses pengambilan kredit di Bank Papua.

“Para bupati, walikota (sebagai pemegang saham Bank Papua), untuk kegiatan proyek fisik 2021 dan seterusnya sampai dunia kiamat, kita tetap ambil (krdit) di Bank Papua,” kata Gubernur Papua, melalui Sekda Papua, Dance Yulian Flassy, dalam sambutannya.

Tindakan ini merupakan bagian dari upaya terus mempertahankan dan mengembangkan Bank Papua yang kinerjanya saat ini sangat baik. “Yang bisa membesarkan Bank Papua, hanya kita sendiri. Siapa lagi kalau bukan kita sendiri. Papua dan Papua Barat,” tegas Flassy.

Diketahui, Bank Papua di tahun 2020 mencatat laba yang sudah diaudit sebesar Rp.457 M. Itu berarti ada kenaikan 33,36 persen, Rp.115 M, dibanding laba 2019 yang hanya berkisar Rp. 342 M. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *