Ishak Hallatu Ajak Warga Maluku di Bintuni Coblos Nomor Urut 1, Kenapa ??

TELUK BINTUNI, gardapapua.com — Sesepuh Keluarga Besar Maluku di Papua Barat, Ishak Laurens Hallatu, mengajak seluruh warga Maluku yang berdomisili di Teluk Bintuni agar menyalurkan hak politik dalam Pilkada 2020 kepada paslon nomor urut 1, Ali Ibrahim Bauw – Yohanis Manibuy (AYO).

Hal itu disampaikan Mantan Sekda Papua Barat ini ketika hadir dalam kampanye terbatas paslon AYO yang digelar di kampung agas, kompleks kampung lama, bintuni timur, kamis (3/12).

Ishak Hallatu dihadapan warga maluku yang hadir mengungkapkan bahwa memang benar telah terjadi perubahan dalam masa kepemimpinan saat ini, namun perubahan itu terkesan lamban.

“Pembangunan yang terjadi selama pemerintahan ini memang kita tidak bisa sangkali terjadi pergeseran-pergeseran, tapi pergerakannya lambat,” ucap Intelektual Maluku ini.

Oleh karena itu, Ishak menganggap Bintuni butuh sentuhan perubahan melalui skenario kebijakan yang tepat sasaran dan dinamis dalam menyelesaikan hambatan pembangunan di daerah ini.

Hal itu juga, menurut Mantan Karateker Bupati Teluk Bintuni ini agar pembangunan daerah tidak terkesan monoton.

“Butuh sentuhan perubahan melalui skenario kebijakan yang tepat sasaran dalam menyelesaikan persoalan daerah,” imbuh Ishak.

“Perubahan yang dimaksud dapat dilihat dalam konsep dan study pembangunan bagaimana menyelesaikan persoalan di daerah,” lanjutnya

Ishak Hallatu menilai bahwa visi misi dari paslon Ali Ibrahim Bauw dan Yohanis Manibuy yang dapat menjawab hal-hal yang tidak sempat dilakukan pada era kepemimpinan saat ini.

“Dari 7 misi paslon AYO, saya rasa bisa menjawab persoalan pergeseran pembangunan yang lambat ini,” jelas Ishak.

Selain itu, terdapat hal menarik yang juga diutarakan Ishak Hallatu terkait keluhan masyarakat bahwa mereka merasa kesulitan hanya untuk bertemu Bupati.

“Kemudian ada juga istilah PSK atau pace susah ketemu. Dan itu memang benar,”ungkapnya

Maka, warga Maluku di Teluk Bintuni dihimbau agar menggunakan akal sehat dan rasionalitas dalam menentukan arah dukungan bagi calon yang dijagokan. [TIM/RED]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *